VKTR Ikut Lelang Truk Listrik PTBA, Ekspansi EV Dibayangi Tekanan Laba

Bakrie Metal Industries Borong Tiga Miliar Saham VKTR, Kepemilikan Jadi 21,06 PersenSaham VKTR Terkoreksi 5,26 Persen, Intip Kepemilikan Bakrie Terbaru

Saham VKTR Bergerak di Rp830

Pada perdagangan 6 Oktober 2026, saham VKTR berada di level Rp830, naik Rp5 atau 0,61 persen. Saham sempat menyentuh level tertinggi Rp860 dan terendah Rp815.

Volume perdagangan tercatat sekitar 710,29 ribu lot, dengan nilai transaksi mencapai Rp59,53 miliar. Angka volume tersebut masih di bawah rata-rata yang tercantum di layar perdagangan, yakni sekitar 838 ribu lot.

Dari sisi antrean pasar, posisi jual terlihat lebih tebal. Total antrean bid tercatat sekitar 316.176 lot, sementara offer mencapai 487.515 lot.

Artinya, antrean jual lebih besar sekitar 171.339 lot dibandingkan antrean beli.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pada level perdagangan tersebut masih terdapat pasokan saham yang cukup besar. Namun, harga tetap mampu bertahan di atas level pembukaan Rp830 setelah sempat turun ke Rp815 dan mencapai Rp860.

Ke depan, perkembangan VKTR akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan mengubah ekspansi kendaraan listrik menjadi kontrak dan pendapatan yang berulang.

Lelang heavy duty electric truck PTBA menjadi salah satu katalis yang patut diperhatikan, terutama apabila VKTR berhasil memperoleh proyek tersebut.

Di sisi lain, rights issue Rp3 triliun dan potensi pendanaan hingga Rp2 triliun dari Danantara memberikan ruang pendanaan untuk ekspansi, tetapi juga membuat efektivitas penggunaan modal menjadi faktor penting. Katadata

Dengan demikian, VKTR saat ini berada pada fase ekspansi agresif: pasar kendaraan listrik komersial terus diperluas, sementara perseroan harus menghadapi tantangan menjaga margin dan menekan beban bunga.

Pertumbuhan pendapatan yang kuat menjadi modal, tetapi peningkatan laba yang berkelanjutan akan menjadi ukuran berikutnya untuk melihat apakah ekspansi tersebut mampu menghasilkan nilai yang lebih besar bagi pemegang saham.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.