Melihat GoZero%–Sustainability Action Telkom, Sudah Sejauh Mana?TelkomKantongi 100 Persen Saham TDE, Intip Strategi di Baliknya
Indikator teknikal menunjukkan kondisi sangat jual. RSI 14 berada di 26,868, masuk wilayah oversold.
Stochastic berada di 25,649, sementara Stochastic RSI 23,686 juga menunjukkan kondisi jual berlebih. Williams %R berada di -84,091, sedangkan CCI berada di -100,1478.
Kondisi oversold tersebut penting karena menunjukkan tekanan jual sudah cukup dalam. Namun, oversold belum otomatis berarti harga akan langsung berbalik naik.
Indikator MACD berada di -91,345 dan masih memberikan sinyal jual. ADX mencapai 62,663, menandakan tren yang sedang berlangsung cukup kuat.
Dengan kombinasi tersebut, tekanan turun TLKM masih memiliki tenaga, meskipun ruang technical rebound mulai terbuka.
Moving average juga belum memberikan konfirmasi pembalikan tren. MA5 berada di Rp2.270, MA10 Rp2.335, MA20 Rp2.470, MA50 Rp2.562,80, MA100 Rp2.638 dan MA200 Rp2.990,40.
Seluruh indikator moving average tersebut masih memberikan sinyal jual.
Artinya, TLKM belum menunjukkan perubahan tren menengah sebelum mampu kembali merebut sejumlah resistance penting.
Untuk perdagangan jangka pendek, Rp2.260 menjadi support terdekat. Jika level tersebut bertahan, peluang rebound menuju Rp2.280 terbuka. Level Rp2.280 sekaligus menjadi pivot klasik.
Jika mampu menembus Rp2.280, perhatian berikutnya berada di Rp2.290-Rp2.300, kemudian Rp2.310. Sebaliknya, apabila Rp2.260 ditembus, tekanan dapat berlanjut menuju Rp2.250, kemudian area Rp2.230-Rp2.210.
Dengan demikian, arah TLKM pada sisa perdagangan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan Rp2.260.
Posisi indikator yang sudah oversold membuka peluang technical rebound, tetapi tekanan asing, MACD negatif, ADX tinggi, serta posisi harga yang masih berada di bawah mayoritas moving average membuat tren jangka pendek TLKM masih cenderung bearish.
Sementara itu, IHSG yang sudah kembali mendekati 6.200 menunjukkan pasar secara keseluruhan masih memiliki daya beli.
Namun, perbedaan antara penguatan indeks dan net sell asing memperlihatkan bahwa kenaikan IHSG belum sepenuhnya ditopang arus dana asing.
Kondisi ini membuat pergerakan saham-saham big cap, termasuk TLKM, tetap menjadi perhatian hingga penutupan perdagangan.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.