Namun, penguatan tersebut belum diikuti arus dana asing yang positif. Investor asing masih mencatatkan net sell Rp629,87 miliar di seluruh pasar.
IHSG dibuka pada level 6.139,13, kemudian bergerak hingga level tertinggi 6.216,44 dan terendah 6.120,24.
Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp11,14 triliun dengan volume 472,17 juta lot dan frekuensi 1.877.584 kali. Dari aktivitas investor asing, nilai pembelian tercatat Rp3,4 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp4 triliun.
Dengan demikian, tekanan jual investor asing masih lebih besar meski IHSG berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 1 persen.
Tekanan asing juga terlihat dalam rentang perdagangan yang lebih panjang. Pada periode 30 September hingga 6 Oktober 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp3,87 triliun di seluruh pasar.
Nilai pembelian asing mencapai Rp21,87 triliun, sementara penjualan mencapai Rp25,75 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya dibarengi dengan perubahan posisi investor asing.
Di tengah rebound indeks, investor asing masih menjadi penjual bersih di pasar saham Indonesia.
IHSG Masih Punya Ruang Penguatan
Di tengah tekanan tersebut, MNC Sekuritas masih melihat peluang IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Namun, analis juga mengingatkan adanya area yang perlu dicermati setelah indeks mengalami kenaikan.
“IHSG melanjutkan penguatannya sebesar 1,21 persen ke 6,192 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat.
Posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wavepada label hitam dengan area penguatan diperkirakan akan menguji area gap di 6,227-6,231, cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5,850-5,911,” tulis MNC Sekuritas dalam laporannya, dikutip Rabu, 7 Oktober 2026.
Dengan proyeksi tersebut, area 6.227-6.231 menjadi level yang perlu diperhatikan apabila IHSG kembali melanjutkan penguatan. Sebaliknya, investor perlu mencermati risiko koreksi apabila tekanan jual kembali meningkat.
MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG pada 6.091 dan 5.973. Sementara itu, resistance berada pada level 6.297 dan 6.376.
Sejalan dengan proyeksi IHSG, MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi terhadap sejumlah saham. Saham pertama adalah AMMN yang menjadi salah satu saham yang direkomendasikan dengan status Trading Buy.
Saham tersebut menguat 6,89 persen ke 4.500 dan disebut mampu menembus MA60 dengan dukungan volume pembelian. Area Trading Buy AMMN berada di 4.380-4.470, dengan target harga 4.670 dan 4.810 serta stoploss di bawah 4.280.
MNC Sekuritas juga merekomendasikan BBRI dengan strategi Buy on Weakness pada 3.080-3.100. BBRI ditutup terkoreksi 0,32 persen ke 3.110, dengan target 3.200 dan 3.250 serta stoploss di bawah 3.050.
Untuk INDF, strategi yang diberikan juga Buy on Weakness pada 6.775-6.825, dengan target 7.000 dan 7.100 serta stoploss di bawah 6.675.
Sementara INET mendapat rekomendasi Trading Buy pada 264-272, dengan target 286 dan 296 serta stoploss di bawah 258.
Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa MNC Sekuritas masih melihat peluang pada sejumlah saham di tengah proyeksi penguatan IHSG, meski investor tetap perlu mencermati risiko koreksi indeks dan tekanan jual asing.
Asing Masih Jadi Perhatian Investor
Pergerakan dana asing menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan di tengah rebound IHSG. Pada perdagangan 6 Oktober saja, net sell asing mencapai Rp629,87 miliar.
Dari data aktivitas investor, pembelian asing tercatat Rp4,22 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp4,85 triliun.
Pada transaksi reguler, asing membukukan net sell Rp597,49 miliar, sementara transaksi tunai dan negosiasi mencatat net sell Rp32,37 miliar.
Di sisi volume, investor asing membukukan pembelian 7,80 miliar saham dan penjualan 16,47 miliar saham. Artinya, tekanan jual asing juga terlihat dari sisi jumlah saham yang diperdagangkan.
Sementara itu, investor domestik menjadi penopang utama perdagangan. Porsi transaksi domestik mencapai 63,29 persen dari nilai transaksi, sedangkan investor asing menyumbang sebanyak 36,71 persen.
Bagi investor, kombinasi antara kenaikan IHSG dan masih berlanjutnya net sell asing membuat arah penguatan indeks perlu dicermati.
Jika volume pembelian tetap meningkat dan IHSG mampu menembus area resistance, rebound berpotensi berlanjut. Namun, tekanan asing yang masih besar dapat menjadi faktor yang membatasi penguatan indeks.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.