BIKE Caplok 72 Persen Saham Tambang Batu Bara, Simpan Cadangan 22 Juta Metrik Ton

Rencana Ekspansi Tambang hingga Golf di Tengah Rugi, Manajemen BIKE Angkat BicaraBIKE Garap Proyek Rp1 Triliun Perumda Pasar Jaya, Saham Justru Kena Gembok

Dalam public expose insidentil yang digelar 24 September 2026, BIKE juga memaparkan agenda pengembangan usaha dan perluasan lini bisnis perseroan serta anak perusahaan.

Salah satu materi yang disampaikan adalah rencana penambahan kegiatan usaha di bidang energi, teknologi informasi, golf, industri, dan investasi yang saat itu masih dalam tahap kajian.

Dengan akuisisi BUM, BIKE kini memiliki eksposur langsung terhadap bisnis pertambangan batu bara.

Namun, target produksi 1,5–2,5 juta metrik ton per tahun yang disampaikan manajemen belum disertai informasi mengenai jadwal produksi komersial, proyeksi pendapatan, maupun proyeksi laba yang akan masuk ke laporan keuangan BIKE.

Dengan akuisisi tersebut, sektor energi kini menjadi bagian dari portofolio usaha BIKE melalui kepemilikan mayoritas pada BUM.

Laporan keuangan per 30 Juni 2026 belum mencerminkan transaksi tersebut karena akuisisi BUM baru dilakukan pada 7 Oktober 2026.

Saham BIKE Melonjak 17,20 Persen dalam Sehari

Di lantai bursa, pergerakan BIKE juga kembali mencuri perhatian pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Saham BIKE tercatat naik 17,20 persen atau Rp295 ke level Rp2.010 per saham pada perdagangan sesi pertama.

Data perdagangan menunjukkan harga saham BIKE dibuka dari posisi penutupan sebelumnya Rp1.715 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp2.090.

Hingga pembaruan data pasar tersebut, BIKE mencatat volume transaksi lebih dari 4 juta saham dengan nilai sekitar Rp8,04 miliar.

Kenaikan saham tersebut berlangsung bersamaan dengan pengumuman aksi korporasi akuisisi BUM.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia sempat melakukan penghentian sementara perdagangan saham BIKE untuk cooling down setelah terjadi kenaikan kumulatif harga saham perseroan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.