Rencana tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama ekonomi Indonesia dan Mesir di sektor minyak sawit. Rosan menyebut lahan untuk pembangunan kilang tersebut telah disediakan di Mesir.
“Dan juga, kerja sama juga untuk di bidang palm oil, CPO, untuk kita melihat dan sudah disediakan lahannya di sana untuk membangun refineryjuga, palm oil,” ungkap Rosan di Kompleks Istana.
Rosan menjelaskan, Mesir merupakan salah satu negara yang banyak mengimpor minyak sawit dari Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.
“Karena mereka kan juga meng-import palm oil banyak sekali dari Indonesia,” ucapnya.
Selain pembangunan kilang minyak sawit, Danantara juga akan menjajaki kerja sama investasi dengan lembaga pengelola dana investasi negara Mesir.
Namun, Rosan belum merinci sektor lain yang berpotensi menjadi sasaran investasi bersama kedua negara. “Dan juga kerja sama nanti di bidang-bidang lainnya. Mungkin intinya itu dulu,” ujar dia.
Prabowo dan Presiden Mesir Bahas Dana Investasi Bersama
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi telah membahas penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Dalam pertemuan bilateral pada 12 April 2025, kedua pemimpin menandatangani Pernyataan Bersama tentang Kemitraan Strategis Indonesia-Mesir yang mencakup komitmen memperkuat kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua negara menegaskan peluang peningkatan perdagangan dan investasi, termasuk di sektor minyak sawit, produksi pupuk berbasis fosfat, energi terbarukan, komoditas pertanian, ekonomi digital, infrastruktur, dan transportasi.
Mesir juga dipandang berpotensi menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa, Afrika, dan Mediterania.
Prabowo juga menyambut baik inisiatif pembentukan joint investment fund yang melibatkan lembaga investasi kedua negara. Dana tersebut dirancang untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis di Indonesia dan Mesir.
“Saya juga menyambut baik inisiatif pembentukan joint investment fund oleh lembaga investasi kedua negara kita untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis,” kata Prabowo setelah pertemuan bilateral dengan El-Sisi.
Agenda kerja sama perdagangan berlanjut pada 2026. Pada Agustus, Menteri Perdagangan Budi Santoso bertemu dengan Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mesir Mohamed Farid Saleh untuk membahas penguatan hubungan dagang.
Dalam pertemuan itu, Indonesia mendorong penyelenggaraan pertemuan kedua Joint Trade CommitteeIndonesia-Mesir pada 2026 serta penjajakan perundingan perjanjian perdagangan melalui skema Preferential Trade Agreementdan Free Trade AgreementLangkah tersebut diarahkan untuk memperkuat perdagangan dan investasi bilateral.
Perdagangan Indonesia-Mesir Capai USD1,74 Miliar pada Semester I 2026
Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung di tengah perdagangan bilateral yang mencatatkan nilai miliaran dolar AS.
Kementerian Perdagangan mencatat, total perdagangan Indonesia dan Mesir mencapai USD1,74 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Mesir sebesar USD1,09 miliar dan impor dari Mesir senilai USD647,70 juta. Dengan komposisi tersebut, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sekitar USD442,3 juta pada semester pertama 2026.
Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD2,38 miliar. Ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar USD1,94 miliar, sedangkan impor dari Mesir mencapai USD439,8 juta, sehingga Indonesia membukukan surplus sekitar USD1,50 miliar.
Minyak sawit dan produk turunannya menjadi salah satu komoditas utama dalam perdagangan tersebut.
Data Commodity Review Kementerian Perdagangan menunjukkan, ekspor minyak sawit dan fraksinya dari Indonesia ke Mesir mencapai USD732 juta pada 2024, atau menyumbang sekitar 37,8 persen dari total ekspor Indonesia ke negara tersebut pada tahun itu.
Selain minyak sawit, produk ekspor utama Indonesia ke Mesir mencakup kopi, teh, rempah-rempah, mesin dan peralatan listrik, bahan kimia anorganik, serta aluminium.
Sementara itu, produk yang diimpor Indonesia dari Mesir antara lain pupuk, garam, belerang, kapur, buah-buahan, sayuran, serta bijih dan kerak logam.
Besarnya perdagangan minyak sawit tersebut memberikan konteks bagi rencana pembangunan fasilitas pengolahan di Mesir.
Namun, nilai ekspor komoditas pada 2024 tidak dapat disamakan dengan nilai investasi kilang yang sedang dijajaki Danantara karena nilai dan skema proyek belum diumumkan.
Hingga keterangan Rosan disampaikan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai jadwal realisasi kilang maupun bentuk keterlibatan lembaga investasi Mesir dalam proyek tersebut.
Danantara juga belum mengumumkan nilai investasi yang akan dialokasikan untuk rencana pembangunan kilang pengolahan minyak sawit itu.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.