Investor kini mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal III 2026 dan data inflasi yang akan dirilis pekan ini.
Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,12 persen, sedangkan Nasdaq 100 futures menguat 0,24 persen. Sementara itu, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average bertambah 28 poin atau 0,05 persen.
Pergerakan tersebut terjadi setelah tiga indeks utama Wall Street mencatat kinerja positif dalam sepekan terakhir.
Dow Jones dan S&P 500 masing-masing membukukan pekan positif kedua dalam tiga pekan, sementara Nasdaq Composite mencatat kenaikan selama empat pekan berturut-turut.
Penguatan bursa saham AS sebelumnya ditopang reli saham teknologi. Kenaikan tersebut membantu investor mengabaikan tekanan dari harga minyak dan imbal hasil obligasi yang meningkat.
Musim Laporan Keuangan Dimulai dari Bank Besar
Perhatian investor pekan ini akan tertuju pada laporan keuangan kuartal III dari sejumlah bank besar AS.
Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, dan Wells Fargo dijadwalkan menyampaikan hasil kinerja mereka.
Menurut FactSet, laba perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh 29,6 persen pada kuartal III.
Jika terealisasi, pertumbuhan tersebut akan menjadi kuartal keempat berturut-turut ketika indeks mencatat pertumbuhan laba di atas 25 persen.
Pertumbuhan laba tersebut masih ditopang oleh pembangunan pusat data untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligenceNamun, investor juga akan mencermati pernyataan manajemen perusahaan mengenai kondisi bisnis dan prospek ke depan.
Ketidakpastian muncul karena perusahaan dan konsumen menghadapi kenaikan biaya bahan bakar serta biaya pinjaman.
Harga minyak mentah Brent tercatat berada di atas USD104 per barel, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pada pekan lalu menembus level yang belum terlihat sejak 2002.
“Investor telah mempersempit perhatian pada beberapa aspek penting.
Apakah perusahaan ini mampu bertahan menghadapi kondisi yang terjadi, meneruskannya, terus meningkatkan margin, dan masa depan akan lebih baik dibandingkan masa lalu,” kata Brian Leonard, manajer portofolio Keeley Gabelli Small Cap Dividend Fund, dikutip CNBC.
Dengan kondisi tersebut, hasil laporan keuangan perusahaan menjadi salah satu perhatian utama investor di tengah tekanan harga energi dan biaya pendanaan.
Pernyataan manajemen mengenai kemampuan mempertahankan margin dan prospek pertumbuhan juga akan menjadi bagian dari perhatian pasar.
Data Inflasi AS Jadi Perhatian
Selain laporan keuangan, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang dijadwalkan keluar pekan ini. Data consumer price indexatau indeks harga konsumen September dijadwalkan dirilis pada Rabu.
Sehari setelahnya, Kamis, data producer price indexatau indeks harga produsen September akan dirilis. Kedua indikator tersebut menjadi data ekonomi utama yang akan menjadi perhatian investor pada pekan berjalan.
Pergerakan data inflasi menjadi perhatian di tengah kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan dimulainya musim laporan keuangan perusahaan kuartal III.
Bursa Asia Bersiap Menguat
Pergerakan positif Wall Street juga diikuti kecenderungan penguatan sejumlah pasar saham Asia Pasifik pada awal perdagangan Senin.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.363, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.211,35.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,25 persen pada satu jam pertama perdagangan. Bursa Jepang tidak diperdagangkan karena libur.
Investor Asia juga mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap pasokan energi.
Perhatian tersebut meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan bergabung dengan Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangan mematikan kembali terjadi di bandara internasional Riyadh. Trump mengatakan pemerintah AS akan mempertimbangkan langkah tersebut setelah menerima informasi mengenai serangan terbaru.
“Kita mungkin akan melakukannya. Kami akan melihatnya,” kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Sabtu ketika ditanya apakah AS akan mendukung serangan Arab Saudi.
Menurut Trump, keputusan mengenai langkah tersebut akan dibuat setelah pemerintah AS mempelajari perkembangan serangan terbaru. Ia juga mengatakan pemerintah dapat mengambil keputusan dengan cepat.
Perkembangan konflik tersebut kembali menempatkan harga energi sebagai salah satu faktor yang diperhatikan investor.
Sebelumnya, kenaikan harga minyak telah menjadi salah satu tekanan yang dihadapi pasar saham global bersamaan dengan meningkatnya imbal hasil obligasi.
Di AS, kontrak berjangka saham yang mulai diperdagangkan pada Minggu malam bergerak terbatas.
Dow Jones futures sempat naik 9 poin atau 0,02 persen, sementara S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures masing-masing menguat 0,03 persen pada awal perdagangan.
Pasar selanjutnya akan menunggu rangkaian laporan keuangan bank besar AS serta data CPI dan PPI September untuk melihat perkembangan laba perusahaan dan inflasi pada pekan ini.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.