Jaga Fundamental, BTPS Minta Restu Buyback Saham Rp1 Triliun di RUPSLBPembiayaan Tembus Rp11 Triliun, Begini Rapor Kinerja BTPS Semester I 2026
Kinerja semester pertama ini melanjutkan tren positif yang sebelumnya telah dicatatkan perseroan pada awal tahun.
Pada periode kuartal I 2026, BTPS sebelumnya membukukan laba bersih sebesar Rp319 miliar dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun atau tumbuh 4 persen yoy, serta dukungan kenaikan aset sebesar 7 persen yoy menjadi Rp23,2 triliun.
Memasuki paruh akhir semester I 2026, ekspansi pembiayaan perseroan kian melaju subur.
Total penyaluran pembiayaan hingga akhir Juni 2026 tercatat mampu tumbuh 9 persen menjadi Rp11,03 triliun, yang didominasi oleh piutang murabahah sebesar Rp9,52 triliun.
Pertumbuhan ekspansi tersebut dibarengi oleh perbaikan rasio kualitas aset, di mana rasio non-performing financinggross dan neto masing-masing membaik di level 2,36 persen dan 0,01 persen.
Kendati pembiayaan meningkat, pendapatan bersih BTPS pada semester I-2026 tercatat mengalami sedikit pelemahan sebesar 2,02 persen menjadi Rp2,31 triliun.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga—yang mencakup simpanan wadiah dan investasi non-profit sharing—tercatat sebesar Rp12,18 triliun hingga akhir Juni 2026, dengan rasio financing-to-deposit ratioberada di level 90,58 persen.
Secara keseluruhan pada akhir semester I 2026, total aset BTPS tumbuh sekitar 8 persen menjadi Rp23,3 triliun dengan ekuitas mencapai Rp10,26 triliun, serta mencatatkan Return on Assetsebesar 7,13 persen dan Return on Equitysebesar 13,78 persen.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang perseroan, BTPS kini juga mulai mengembangkan pembiayaan non-komunitas, yang mencakup pinjaman individu serta pinjaman kepada lembaga non-keuangan.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan bahwa bank terus berfokus mendorong pertumbuhan pembiayaan sekaligus menjaga kualitas portofolio secara berkesinambungan.
Menurutnya, pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi penguatan pendampingan nasabah yang menjadi fokus utama bank dalam melayani masyarakat inklusi.
“Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas bank. Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama pertumbuhan laba,” ujar Fachmy melalui keterangan resmi.
Fachmy menambahkan, keberhasilan penyaluran pembiayaan tidak terlepas dari peran Community Officersebagai garda terdepan bank yang hadir langsung di sentra nasabah.
Melalui Pertemuan Rutin Sentra, CO memberikan pendampingan menggunakan modul yang relevan dengan kondisi usaha ultra-mikro, sekaligus menjadi role model dalam penerapan perilaku unggul serta memperkuat solidaritas antar-nasabah.
Seiring dengan pergerakan bisnis yang positif, bank juga terus mengoptimalkan proses internal dan memperkuat kapasitas CO agar pendampingan semakin efektif dan responsif.
Pengelolaan sentra yang solid menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang, di mana bank turut menghadirkan program apresiasiuntuk kedisiplinan nasabah serta menyiapkan inisiatif diversifikasi produk bagi nasabah yang berkembang melalui ekosistem BTPN Syariah.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.