IHSG Naik 0,51 Persen ke 8.140, Simak Sentimen Penggeraknya

Kenaikan ini terjadi seiring optimisme investor terhadap sentimen global dan domestik menjelang akhir bulan.

Pada sesi sebelumnya IHSG ditutup di kisaran 8.099. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.149,46 dan terendah di 8.134,83.

Aktivitas perdagangan tergolong moderat dengan total volume transaksi 14,31 juta lot senilai Rp715,31 miliar dan frekuensi 91.370 kali. Di pasar reguler tercatat volume 14,30 juta lot senilai Rp714,27 miliar dengan frekuensi sama.

Investor asing membukukan pembelian bersihdi semua pasar sebesar Rp582,67 miliar, terdiri dari pasar reguler Rp259,74 miliar dan pasar tunai atau negosiasi Rp322,93 miliar.

Dari sisi partisipasi, porsi transaksi investor domestik mencapai 62,39 persen dan investor asing 37,61 persen. Dana asing masuk terlihat dari nilai pembelian asing Rp8,55 triliun versus penjualan Rp7,97 triliun.

Beberapa saham top gainer yang mencuri perhatian pada perdagangan hari ini antara lain PT Koka Indonesia Tbksektor konstruksi naik 34,78 persen ke Rp248.

Kemudian ada PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbksektor properti naik 24,82 persen ke Rp3.470.

PT DFI Retail Nusantara Tbksektor ritel naik 24,76 persen ke Rp655, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbksektor teknologi naik 21,05 persen ke Rp276, dan PT Pradiksi Gunatama Tbksektor perkebunan naik 19,87 persen ke Rp18.400.

Sementara itu saham-saham yang melemah tajam antara lain PT Idea Indonesia Akademi Tbksektor pendidikan turun 10 persen ke Rp108, PT Panca Anugrah Wisesa Tbksektor properti turun 10 persen ke Rp540.

Kemudian ada PT Agro Bahari Nusantara Tbksektor perikanan turun 9,82 persen ke Rp1.515, PT Sumber Mas Konstruksi Tbksektor konstruksi turun 9,64 persen ke Rp178, dan PT Multisarana Intan Eduka Tbksektor pendidikan turun 9,41 persen ke Rp77.

Dari sisi sektoral, sektor properti memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,13 persen, disusul sektor teknologi naik 1,28 persen. Sektor industri dasar naik 1,54 persen, sektor industri naik 1,01 persen, sektor energi naik 0,62 persen.

Sementara sektor infrastruktur naik 0,62 persen, sektor transportasi naik 0,31 persen, sektor siklikal naik 0,44 persen, sektor non-siklikal naik 0,56 persen, sektor kesehatan naik 0,39 persen, dan sektor keuangan hanya naik tipis 0,01 persen.

Penguatan IHSG awal pekan ini mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap sentimen suku bunga global dan kepastian fiskal domestik.

Fokus investor tertuju pada potensi kebijakan baru Menteri Keuangan dan arah suku bunga The Fed yang dinilai akan mempengaruhi arus modal ke pasar emerging markets, termasuk Indonesia.

Pekan lalu IHSG menembus level psikologis 8.100 pada akhir perdagangan dan menutup pekan di 8.099 atau menguat sekitar 0,60 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Level tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dengan sempat menyentuh 8.168 pada 24 September 2025.

Meski indeks menguat, investor asing tercatat membukukan penjualan bersih sebesar Rp1 triliun di pasar reguler, menandakan investor lokal mendominasi sentimen penguatan pasar.