ADHI Ubah Penggunaan Dana Rights Issue, untuk Apa?

Proses Danantara Pangkas 354 BUMN Terus BerlanjutSaham Gocap Akhirnya Bebas, Dirut BEI Buka-Bukaan Soal Imbasnya ke IHSG

Menariknya, pertumbuhan laba bersih tersebut terjadi di tengah penurunan pendapatan usaha ADHI.

Merujuk laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, pada semester I 2026, emiten pelat merah ini meraih pendapatan usaha senilai  Rp3,11 triliun, turun dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp3,81 triliun.

Beban pokok pendapatan usaha ADHI hingga pertengahan tahun 2026 menjadi Rp2,41 triliun atau menyusut dibanding per Juni 2025 yang sebanyak Rp3,24 triliun.

Dengan catatan tersebut, laba bruto ADHI pada semester I 2026 menjadi Rp700,42 miliar, meningkat dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp572,87 miliar.

Laba usaha ADHI pada enam bulan pertama 2026  berjumlah Rp316,17 miliar. Angka ini naik signifikan dibanding periode serupa tahun 2025 yang hanya Rp188,85 miliar.

Sedangkan, laba sebelum pajak ADHI di pertengahan tahun ini menurun menjadi Rp20,55 miliar dari Rp24,79 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Beralih ke neraca keuangan, ADHI memiliki aset sebesar Rp27,53 triliun per 30 Juni 2026. Catatan ini menurun dari Rp28,79 triliun pada akhir tahun 2025.

Sementara itu, total liabilitas ADHI mengalami penurunan menjadi Rp24,21 triliun pada semester I 2026 dari Rp25,50 triliun di akhir 2025.

Masih mengutip laporan keuangan ADHI, liabilitas jangka pendek perseroan sebesar Rp17,02 triliun, turun dari sebelumnya Rp19,46 triliun. Adapun liabilitas jangka panjang perseroan berada di level Rp7,19 triliun.

Di sisi lain, total ekuitas ADHI per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp3,31 triliun atau menanjak dibanding akhir 2025 yang senilai Rp3,30 triliun.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.