AKKU Terbang 102 Persen, 10 Saham ini Cetak Cuan di Atas 50 Persen

Saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbkmenjadi jawara setelah terbang 102,50 persen dalam sepekan, sementara sembilan saham lain juga mencatat kenaikan lebih dari 50 persen.

AKKU ditutup pada level Rp81 per saham pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Dalam sepekan, saham tersebut mencatat kenaikan 102,50 persen, meski pada perdagangan terakhir hanya menguat 1,25 persen.

Di posisi kedua, saham PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbkmelonjak 85,71 persen sepanjang sepekan. ASMI ditutup pada level Rp39 per saham dan pada perdagangan Jumat terkoreksi 2,50 persen.

Saham PT Lovina Beach Brewery Tbkmenempati posisi ketiga dengan penguatan 59,62 persen selama sepekan. STRK berada di level Rp83 per saham setelah pada perdagangan terakhir melonjak 33,87 persen.

Berikutnya, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbkmencatat kenaikan 57,69 persen dalam periode yang sama. Harga KKES berada di level Rp82 per saham pada akhir perdagangan Jumat, tanpa perubahan dari perdagangan sebelumnya.

PT Hassana Boga Sejahtera Tbkberada di posisi kelima dengan kenaikan 57,53 persen. Saham NAYZ ditutup pada harga Rp115 per saham setelah menguat 9,52 persen dalam satu hari perdagangan.

Kemudian, PT Alakasa Industrindo Tbkmembukukan kenaikan 55,91 persen sepanjang pekan. Saham ALKA ditutup pada level Rp7.125 per saham, meski pada Jumat terkoreksi 12,58 persen.

PT Cipta Selera Murni Tbkmenyusul dengan kenaikan 55,12 persen dalam sepekan. Saham CSMI berada di level Rp515 per saham dan tidak mencatat perubahan harga pada perdagangan terakhir.

Sementara itu, PT Prima Cakrawala Abadi Tbkmenguat 52,54 persen sepanjang pekan. PCAR ditutup pada level Rp90 per saham setelah kembali naik 13,92 persen pada perdagangan Jumat.

Posisi kesembilan ditempati PT Ifishdeco Tbk, yang mencatat kenaikan 52,45 persen dalam sepekan. Saham IFSH ditutup pada level Rp2.020 per saham, meski mengalami koreksi 11,01 persen pada perdagangan terakhir.

Melengkapi daftar 10 besar, PT Steady Safe Tbkmencatat kenaikan 52,24 persen sepanjang pekan. SAFE berakhir di level Rp1.020 per saham setelah menguat 13 persen pada perdagangan Jumat.

Dengan demikian, seluruh saham dalam daftar 10 besar tersebut membukukan kenaikan minimal 52,24 persen selama lima sesi perdagangan.

Selisih kinerja antara AKKU sebagai pemimpin dan SAFE sebagai posisi terakhir juga masih mencapai lebih dari 50 poin persentase.

Berbanding Terbalik dengan Gerak IHSG Sepekan

Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan pergerakan IHSG sepanjang pekan. Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup pada level 6.093,76 pada Jumat, 9 Oktober 2026, turun dari posisi 6.118,86 pada penutupan Senin, 5 Oktober 2026.

IHSG memang sempat menguat pada dua sesi awal pekan. Pada Senin, indeks naik 1,36 persen menjadi 6.118,86, kemudian kembali menguat 1,21 persen pada Selasa ke level 6.192,93.

Namun, penguatan tersebut berbalik pada dua sesi berikutnya. IHSG terkoreksi 0,75 persen pada Rabu menjadi 6.146,72 dan kembali turun 1,88 persen pada Kamis ke level 6.031,28.

Indeks kemudian rebound pada perdagangan Jumat dengan kenaikan 1,04 persen. IHSG bergerak dari level pembukaan 6.039,01 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.100,58 sebelum ditutup di 6.093,76.

Aktivitas perdagangan selama lima sesi juga cukup besar. Nilai transaksi saham sepanjang periode tersebut mencapai sekitar Rp49,01 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 2,17 miliar saham dan frekuensi sekitar 8,42 juta transaksi.

Nilai transaksi harian tertinggi tercatat pada Kamis, 8 Oktober 2026, mencapai Rp11,32 triliun.

Pada hari yang sama, volume perdagangan mencapai 569,15 juta saham dengan frekuensi 1,94 juta transaksi ketika IHSG mengalami tekanan paling besar sepanjang pekan.

Dari sisi investor asing, tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik. Akumulasi net foreign sell selama lima sesi mencapai sekitar Rp2,54 triliun, berdasarkan data arus dana asing pada periode tersebut.

Tekanan asing terbesar terjadi pada Kamis, dengan net foreign sell mencapai Rp848,28 miliar. Sehari sebelumnya, investor asing juga mencatat net sell Rp828,65 miliar.

Tekanan tersebut kemudian menyusut pada perdagangan Jumat.

Net foreign sell tercatat Rp141,50 miliar ketika IHSG berbalik menguat 1,04 persen, dengan nilai transaksi Rp8,58 triliun, volume 356,12 juta saham, dan frekuensi 1,42 juta transaksi.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham justru mencatat kenaikan tajam. Selain AKKU, ASMI dan STRK menjadi tiga saham dengan penguatan terbesar, disusul KKES, NAYZ, ALKA, CSMI, PCAR, IFSH, dan SAFE.

Perbedaan tersebut menunjukkan kontras antara pergerakan indeks secara keseluruhan dan kinerja sejumlah saham individual selama pekan perdagangan 5-9 Oktober 2026.

AKKU menjadi saham dengan kenaikan tertinggi, yakni 102,50 persen, sementara sembilan saham lainnya sama-sama mencatat penguatan di atas 50 persen.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.