Data top broker menunjukkan Stockbit Sekuritas Digital, UBS Sekuritas Indonesia, dan Mandiri Sekuritasmendominasi aktivitas pasar reguler pada hari tersebut.
Stockbit Sekuritas Digitalmembukukan total nilai transaksi Rp6,0 triliun. Nilai beli tercatat Rp3,1 triliun dan nilai jual Rp2,9 triliun, sehingga menghasilkan net buy Rp180,6 miliar.
Pembelian terbesar XL terjadi pada PT Bank Central Asia Tbksenilai Rp143,9 miliar. Volume transaksi mencapai 198.702 lot dengan harga rata-rata 7.242 per saham.
Selain BBCA, XL juga membeli PT Indospring Tbksebesar Rp26,7 miliar. PT Archi Indonesia Tbkmenyusul dengan nilai pembelian Rp17,1 miliar.
PT Barito Pacific Tbkdan PT Sentul City Tbkturut masuk dalam daftar pembelian XL. Nilai transaksi masing-masing tercatat Rp13,8 miliar dan Rp13,6 miliar dalam satu sesi perdagangan.
Berbeda dengan XL, UBS Sekuritas Indonesiamencatat total transaksi Rp5,4 triliun. Nilai beli mencapai Rp2,3 triliun dan nilai jual Rp3,1 triliun, sehingga menghasilkan net sell Rp847,7 miliar.
Pada sisi pembelian, AK paling agresif masuk ke PT Bumi Resources Tbksenilai Rp300,3 miliar. Volume pembelian mencapai 10,6 juta lot dengan harga rata-rata 284 per saham.
AK juga membeli PT United Tractors TbkRp75 miliar dan PT Darma Henwa TbkRp50,7 miliar. Selain itu, PT Merdeka Gold Resources Tbkdan PT Energi Mega Persada Tbkmasuk dalam daftar pembelian.
Namun di sisi lain, AK mencatat penjualan besar pada saham perbankan. PT Bank Central Asia Tbkdilepas Rp754,1 miliar, disusul PT Telkom Indonesia TbkRp128,6 miliar.
AK juga menjual PT Bank Rakyat Indonesia TbkRp102,1 miliar dan PT Bank Mandiri TbkRp44,4 miliar. Penjualan tersebut berkontribusi pada posisi net sell signifikan pada hari itu.
Mandiri Sekuritasmenempati posisi ketiga dengan total transaksi Rp3,9 triliun. Nilai beli tercatat Rp1,6 triliun dan nilai jual Rp2,4 triliun, menghasilkan net sell Rp829,5 miliar.
Pada sisi pembelian, CC masuk ke PT Vale Indonesia Tbksebesar Rp23,1 miliar. PT Adaro Andalan Indonesia Tbkdibeli Rp20,2 miliar dan PT Medco Energi Internasional TbkRp13,4 miliar.
CC juga mencatat pembelian pada PT Archi Indonesia TbkRp9,4 miliar dan PT Bank Tabungan Negara TbkRp7,9 miliar. Nilai pembelian tersebut tersebar pada beberapa sektor berbeda.
Sementara itu, penjualan terbesar CC terjadi pada PT Bank Mandiri TbkRp210,3 miliar. PT Bank Rakyat Indonesia Tbkdilepas Rp87,9 miliar dan PT Darma Henwa TbkRp56,1 miliar.
CC juga menjual PT Bumi Resources TbkRp52,3 miliar dan PT Aneka Tambang TbkRp44,6 miliar. Distribusi tersebut mencerminkan tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar dan komoditas.
Perbandingan ketiga broker menunjukkan arah dana yang tidak seragam dalam satu sesi perdagangan. XL mencatat net buy tipis dengan konsentrasi pada BBCA, sedangkan AK dan CC membukukan net sell besar dengan distribusi pada saham perbankan.
Data transaksi ini menggambarkan dinamika alokasi dana pada 13 Februari 2026. Nilai beli dan jual masing-masing broker merefleksikan pola distribusi dan akumulasi yang berbeda dalam satu hari perdagangan.