Asing Lepas Saham BBCA Rp1,53 Triliun, Intip Aksi Top Broker di BEI

Data perdagangan menunjukkan PT Bank Central Asia Tbkmenjadi target utama pelepasan oleh empat dari lima broker dengan nilai transaksi terbesar selama sepekan terakhir.

Data transaksi yang mencatat akumulasi nilai jual bersih pada BBCA mencapai Rp1,53 triliun.

UBS Sekuritas Indonesiatercatat sebagai broker yang paling agresif membuang saham BBCA dengan nilai penjualan mencapai Rp763,4 miliar.

Posisi tersebut diikuti oleh J.P. Morgan Sekuritas Indonesiayang melepas BBCA senilai Rp523,1 miliar, Maybank Sekuritas Indonesiasenilai Rp132,7 miliar, serta Stockbit Sekuritas Digitalsenilai Rp113,7 miliar.

Di sisi lain, broker asing Mandiri Sekuritasmenunjukkan strategi yang berbeda dengan mencatatkan net buy terbesar dalam daftar top lima broker, yakni senilai Rp1,2 triliun.

Broker ini justru sangat terkonsentrasi pada akumulasi saham perbankan lainnya, terutama PT Bank MandiriTbkdengan nilai beli mencapai Rp486,6 miliar.

Nama BrokerNilai PenjualanVolumeHarga Rata-rataUBS Sekuritas Indonesia763,41.200.0006.300J.P. Morgan Sekuritas523,1825.9946.282Maybank Sekuritas Indonesia132,7215.5216.288Stockbit Sekuritas Digital113,7178.6386.302Total1.532,92.420.153

Sementara itu, broker asing Maybank Sekuritas Indonesiamencatatkan aksi pelepasan terbesar secara tunggal pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

Dalam sepekan, ZP melepas 12,5 juta lot saham DSSA dengan nilai mencapai Rp1 triliun, yang kemudian menjadikan saham tersebut sebagai salah satu instrumen dengan volatilitas tinggi di pasar reguler.

Sebagai penutup, arus perdagangan sepekan ini menunjukkan dominasi asing dalam aksi yang diduga profit taking pada saham blue chip seperti BBCA dan BMRI.

Meskipun tekanan jual cukup masif, kehadiran broker domestik dan beberapa broker asing yang masih melakukan akumulasi yang bisa dianggap menjaga optimisme pasar tetap terjaga.

Investor kini tampaknya menanti kelanjutan arah kebijakan investasi setelah selesainya berbagai aksi korporasi besar di sepanjang bulan Juni 2026.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.