BEI menilai keterbukaan informasi yang jelas, akurat, dan konsisten menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin, mengatakan kebutuhan terhadap informasi yang berkualitas semakin penting seiring dengan pertumbuhan jumlah investor.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah investor pasar modal meningkat dari sekitar 7,4 juta menjadi lebih dari 31 juta investor.
Sementara itu, rata-rata investor aktif saham secara bulanan telah mencapai sekitar 1,4 juta investor.
“Kepercayaan merupakan fondasi penting bagi pasar modal,” kata Saidu dalam pembukaan Public Expose Live 2026, Senin, 7 September 2026.
Menurut Saidu, peningkatan jumlah investor perlu diikuti dengan ketersediaan informasi yang dapat diakses dan dipahami oleh investor dengan beragam latar belakang.
Hal ini menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang membuat investor menerima berbagai informasi dalam waktu singkat.
“Informasi yang cepat beredar perlu ditelaah dengan cermat agar dapat digunakan secara tepat,” ujarnya.
Saidu mengatakan, investor membutuhkan informasi mengenai kondisi usaha, pertumbuhan, pengelolaan risiko, hingga persiapan perusahaan dalam menghadapi kondisi ke depan.
Informasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi investor dalam melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
Untuk memperkuat akses informasi tersebut, BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesiadan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan, kembali menggelar Public Expose Live 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 7 hingga 11 September 2026, dengan melibatkan 45 perusahaan tercatat.
Dalam kegiatan ini, perusahaan menyampaikan perkembangan kinerja dan rencana pengembangan usaha kepada publik secara virtual.
Saidu mengatakan Public Expose Live memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh penjelasan langsung dari manajemen perusahaan tercatat.
Investor juga dapat mendalami informasi mengenai kinerja, strategi, prospek, serta tantangan yang dihadapi perusahaan.
“Public Expose Live menghadirkan kesempatan untuk memperoleh penjelasan langsung dari manajemen perusahaan tercatat,” ujarnya.
Menurut Saidu, penyelenggaraan secara virtual juga memperluas akses investor dari berbagai wilayah untuk mengikuti paparan perusahaan dan berdialog dengan manajemen dari lokasi masing-masing.
Dia berharap keterbukaan informasi tidak hanya dilakukan pada saat Public Expose Live, tetapi terus dijaga setelah kegiatan tersebut berakhir.
Komunikasi yang konsisten antara perusahaan dan investor dinilai penting untuk membangun kepercayaan dalam jangka panjang.
“Keterbukaan yang dilakukan secara persisten merupakan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan dalam jangka panjang,” kata Saidu.
BEI juga mengajak investor menggunakan penjelasan manajemen dalam Public Expose Live bersama dengan keterbukaan informasi resmi lainnya sebagai bahan analisis.
Dengan demikian, investor dapat memahami kondisi perusahaan secara lebih menyeluruh sebelum mengambil keputusan sesuai tujuan investasi dan profil risikonya.
Sejalan dengan upaya BEI memperkuat keterbukaan informasi, OJK menempatkan transparansi sebagai salah satu bagian penting dalam agenda percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fauzi, mengatakan Public Expose Live bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi salah satu bentuk konkret pelaksanaan prinsip keterbukaan informasi.
“Forum ini adalah salah satu upaya konkret dari komitmen keterbukaan informasi,” kata Hasan.
Menurut Hasan, rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal telah dicanangkan OJK bersama BEI, KPEI, dan KSEI sejak awal 2026 dan terus diakselerasi.
Sejumlah agenda reformasi tersebut mencakup peningkatan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, penguatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penegakan hukum atas pelanggaran transaksi dan keterbukaan informasi, serta pendalaman pasar.
“Kenaikan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen telah bergulir,” ujarnya.
Hasan menegaskan OJK akan memperkuat penegakan terhadap pelanggaran keterbukaan informasi. Menurut dia, informasi yang menyesatkan atau ditutup-tutupi dapat mengganggu kepercayaan investor yang telah dibangun dalam jangka panjang.
“OJK tidak akan memberi ruang bagi praktik pelanggaran atas keterbukaan informasi,” tegasnya.
Karena itu, Hasan meminta perusahaan tercatat tidak memandang keterbukaan informasi sekadar sebagai kewajiban administratif. Keterbukaan, kata dia, merupakan bagian dari hubungan perusahaan dengan publik investor.
“Ini sebagai kontrak kepercayaan dengan publik investor,” kata Hasan.
Hasan menambahkan, reformasi integritas pasar modal yang dilakukan OJK bersifat struktural dan berkelanjutan.
Agenda tersebut tidak hanya ditujukan untuk merespons persoalan jangka pendek, tetapi untuk memperkuat fondasi pasar modal Indonesia.
“Ini adalah agenda penguatan fondasi struktural, bukan merupakan respons jangka pendek semata,” ujarnya.
OJK juga meminta perusahaan tercatat terus menyampaikan informasi secara akurat, tepat waktu, dan berimbang. Sementara itu, BEI, KPEI, dan KSEI didorong memperkuat infrastruktur pasar serta pengawasan berbasis teknologi.
Bagi investor dan calon investor, Hasan mengimbau agar Public Expose Live dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman mengenai kinerja dan prospek perusahaan tercatat.
Menurut Hasan, keterbukaan informasi dan partisipasi investor menjadi bagian penting dalam membangun pasar modal yang kredibel sekaligus memperluas basis investor lokal.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.