Kondisi ini tidak lepas dari eskalasi ketegangan geopolitik global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mencatat pada perdagangan Sabtu, 12 September 2026, harga emas dunia parkir di level USD4.348 per troy ons.
Ia memprediksi harga emas dunia pada pekan depan akan berkutat di rentang USD4.102 hingga USD4.650 per troy ons.
Apabila harga emas dunia mengalami tekanan dan terkoreksi, area support pertama diperkirakan berada di level USD4.245 per troy ons.
“Kemudian kalau seandainya turun lagi kemungkinan di USD4.102 dolar per troy ons,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 13 September 2026.
Sebaliknya, jika mengalami tren penguatan, kata Ibrahim, emas dunia berpotensi menguji level resisten pertama di kisaran USD4.479 per troy ons.
Harga emas kedua juga berpeluang menuju resisten kedua di level USD4.650 per troy ons apabila mampu melanjutkan penguatan.
Di sisi lain, Ibrahim mengatakan harga logam mulia di pasar domestik yang per kemarin ditutup pada level Rp2.611.000 per gram, diperkirakan bergerak di rentang Rp2.450.000 hingga Rp2.750.000 per gram pada pekan depan.
“Kalau terkoreksi kemungkinan besar support pertama di Rp2.590.000 per gram. Apabila lanjut melemaj support keduanya di harga Rp2.450.000 rupiah per gram,” jelas dia.
Namun, apabila harga terdorong naik, Ibrahim menargetkan resisten pertama logam mulia pekan depan berada pada level Rp2.631.000 per gram dan resisten kedua di posisi Rp2.750.000 per gram.
Lebarnya selisih pergerakan harga emas tersebut sangat dipengaruhi oleh memanasnya situasi geopolitik di berbagai kawasan, mulai dari Eropa Timur hingga Afrika.
Ibrahim menyoroti konflik sporadis antara Rusia dan Ukraina di yang diperkirakan bakal berlangsung lama, bahkan berpotensi berlanjut hingga tiga sampai empat tahun ke depan akibat perselisihan klaim wilayah.
‘Bisa saja 3-4 tahun ke depan masih akan terjadi perang karena permasalahan wilayah Ukraina yang dikuasai oleh Rusia,” terangnya.
Kondisi tersebut makin pelik lantaran pihak Ukraina sulit menerima penguasaan wilayah oleh Rusia. Akibatnya, pertempuran terus meluas dengan sasaran utama Ukraina yang mengarah pada area-area penghasil minyak dan gas alam milik Rusia.
Sebagai balasan, Rusia melancarkan serangan sporadis ke kota-kota besar di Ukraina, termasuk ibu kota Kiev.
“Sehingga ini yang membuat Rusia melakukan serangan sporadis terhadap kota-kota besar di Ukraine salah satunya adalah di Ibu Kota di Kiev,” pungkasnya.
HPE Emas Periode I September 2026 Naik
Kementerian Perdaganganmenetapkan Harga Patokan Eksporemas sebesar USD142.154,10 per kilogram untuk periode I September 2026.
Terdapat kenaikan HPE emas sebesar 7,87 persen dari periode kedua Agustus 2026 yang senilai USD131.777,67 per kilogram.
Sementara itu, Harga Referensiemas meningkat menjadi sebesar USD4.421,49 per troy ouncedari periode sebelumnya yang senilai USD4.098,75 per t oz.
Penetapan HPE dan HR emas tersebut tercantum dalam “Keputusan Menteri PerdaganganNomor 1776 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar”.
Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 1–14 September 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan, kenaikan HPE dan HR emas disebabkan meningkatnya harga emas selama periode pengumpulan data yang mencapai 7,87 persen.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari meningkatnya permintaan emas di pasar global di tengah pasokan yang relatif terbatas.
“Peningkatan HPE dan HR emas pada periode pertama September 2026 didorong beberapa faktor, salah satunya peningkatan permintaan emas di tengah keterbatasan pasokan,” ujar dia dalam keterangannya, Senin, 31 Agustus 2026.
Faktor lain yang membuat HPE dan HR emas naik meliputi depresiasi nilai tukar mata uang utama dunia serta merosotnya imbal hasil obligasi di pasar internasional.
“Di samping itu, wacana pemangkasan suku bunga acuan oleh sejumlah bank sentral global turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas,” jelas Tommy.
Menurut Tommy, kondisi tersebut mendorong investor untuk mengalihkan likuiditas ke emas yang dipandang sebagai aset amandi tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Ia menilai dinamika tersebut mendorong para pelaku pasar untuk mengalihkan modal mereka ke instrumen emas yang dianggap sebagai safe haven dengan tingkat stabilitas yang lebih tinggi.
“Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global,” ujar Tommy.
Tommy menambahkan, HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineralyang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association
Penetapan tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
“Penetapan HPE dan HR emas dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dengan mempertimbangkan informasi, data, serta masukan teknis dari kementerian dan lembaga terkait,” pungkas Tommy.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.