BI: Penjualan Eceran Februari 2026 Diprakirakan Tumbuh 6,9 Persen Jelang Idulfitri

Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan serta persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan NasionalIdulfitri.

Sementara itu, pada Januari 2026, IPR tercatat tumbuh 5,7 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan penjualan pada kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.

Namun secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 mengalami kontraksi 2,7 persen, seiring normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi harga, Bank Indonesia memprakirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan atau pada April 2026 akan menurun.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga UmumApril 2026 yang berada pada level 153,9, lebih rendah dibandingkan IEH Maret 2026 sebesar 175,7.

“Penurunan tersebut sejalan dengan normalisasi harga setelah periode HBKN Idulfitri,” kata Ramdan.

Sementara itu, tekanan harga dalam enam bulan mendatang atau Juli 2026 diprakirakan sedikit meningkat dengan IEH mencapai 157,1, lebih tinggi dibandingkan Juni 2026 sebesar 156,3, yang didorong oleh kenaikan harga pada periode tahun ajaran baru.

Hasil lengkap survei tersebut dapat diakses melalui laporan Survei Penjualan Eceran yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia.