Bos AMMN Serok Saham Bertahap, Harga Langsung Melonjak Delapan Persen

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Aditya membeli total 2.108.400 saham AMMN dengan tujuan investasi pribadi.

Rangkaian transaksi tersebut dilakukan secara tidak langsung dengan harga pembelian bervariasi di kisaran Rp2.830 hingga Rp2.940 per saham.

Pada 21 Mei, Aditya membeli 500 ribu saham AAMN di harga Rp2.870. Di hari yang sama, ia mengakumulaso 409.600 saham di harga Rp2.880.

Selanjutnya pada 22 Mei 2026, Aditya kembali menambah kepemilikan melalui empat transaksi berbeda masing-masing sebanyak 250 ribu saham di harga Rp2.830, kemudian  250 ribu saham di harga Rp2.830, lalu 250 ribu saham di harga Rp2.860, serta 198.800 saham di harga Rp2.870 per saham.

Adapun transaksi terakhir dilakukan pada 25 Mei 2026 dengan pembelian sebanyak 250 ribu saham di harga Rp2.940

Setelah transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Aditya di PT Amman Mineral Internasional Tbk meningkat dari sebelumnya 71,38 juta menjadi 73,49 juta saham. Porsi kepemilikannya pun naik dari 0,098 persen menjadi 0,101 persen.

Adapun pada perdagangan hari ini, Senin, 25 Mei 2026, saham AMMN ditutup meningkat tajam sebesar 8,62 persen atau naik 250 poin ke level 3.150.

Meski demikian, kenaikan harian tersebut belum mampu menghapus koreksi besar AMMN dalam jangka menengah hingga panjang. Dalam satu pekan terakhir, saham AMMN masih turun 8,70 persen.

Tekanan lebih dalam terlihat pada periode satu bulan hingga satu tahun.

AMMN tercatat melemah 37 persen dalam satu bulan, turun 57,72 persen dalam tiga bulan, terkoreksi 55,63 persen dalam enam bulan, dan melemah 50,97 persen secara year to date 2026.

Rebound sehari juga belum cukup menutup luka panjang saham AMMN dalam satu tahun terakhir. Data menunjukkan saham emiten tambang tersebut masih ambles 54,35 persen dalam setahun terakhir.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.