Transaksi tersebut dilakukan pada 7 Mei 2026. Perlu diketahui, DAAZ merupakan pemegang saham pengendali PT Bara Makmur Dwitama.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,tambahan pinjaman tersebut membuat total fasilitas yang diberikan DAAZ kepada PT Bara Makmur Dwitama meningkat menjadi Rp63 miliar dari sebelumnya Rp61 miliar.
Manajemen DAZZ menyampaikan dana peminjaman tersebut akan digunakan PT Bara Makmur Dwitama untuk kebutuhan modal kerja pembelian batubara.
“Dana yang dipinjamkan berasal dari hasil penerbitan Obligasi I Daaz Bara Lestari Tahun 2025, sesuai dengan rencana penggunaan dana obligasi,” ungkap manajemen DAAZ.
Adapun pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,85 persen per tahun, dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal perjanjian pinjaman.
Kinerja Keuangan
Namun peningkatan pendapatan tersebut diikuti oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi. Sepanjang 2025, beban pokok tercatat mencapai Rp12,51 triliun atau meningkat 37,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini melampaui pertumbuhan pendapatan, sehingga menekan margin usaha perusahaan.
Dampaknya terlihat pada laba bruto yang justru mengalami penurunan menjadi Rp902,27 miliar dari sebelumnya Rp1,03 triliun. Secara tahunan, laba bruto menyusut 12,2 persen, yang artinya ada tekanan pada efisiensi biaya dan struktur margin.
Tekanan tersebut berlanjut hingga level profitabilitas yang lebih dalam. Laba sebelum pajak DAAZ tercatat sebesar Rp392,56 miliar, turun 45,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp718,29 miliar.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp36,85 miliar, laba tahun berjalan tercatat Rp355,72 miliar atau menurun 41,6 persen secara tahunan.
Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp263,73 miliar, turun 42,1 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp455,43 miliar.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.