Danantara Pangkas Massal Entitas ID Food, Target Laba Rp40 Triliun

Transformasi tersebut menargetkan penyederhanaan struktur perusahaan dari 26 entitas menjadi hanya tiga entitas pada akhir 2026.

Namun, perampingan struktur bukan satu-satunya fokus transformasi ID Food. Perubahan juga mencakup model bisnis, tata kelola, kultur, serta mentalitas organisasi.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama jajaran direksi ID Food di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Dalam pertemuan itu, ID Food menyampaikan komitmen menyelesaikan proses streamlining secara signifikan.

Struktur perusahaan yang kini terdiri dari 26 entitas ditargetkan menjadi tiga entitas pada akhir 2026. Hal itu menjadi fondasi transformasi ID Food menuju TradingCo yang lebih solid dan terintegrasi.

Dony menegaskan, proses streamlining tidak boleh berhenti pada restrukturisasi perusahaan. Menurut dia, pembenahan sistem internal justru menjadi aspek fundamental dalam transformasi ID Food.

“Saya berharap proses streamlining ini betul-betul dilakukan dengan serius, tidak hanya berkaitan dengan restrukturisasi perusahaan atau perampingan perusahaan, tapi jauh lebih fundamental adalah kultur, budaya, governance, dan mentality,” tegasnya.

Perwakilan ID Food menyampaikan proses streamlining yang telah ditugaskan ditargetkan selesai tahun ini. “Streamlining yang sudah ditugaskan kita inline, targetnya tahun ini kita selesai,” ujar perwakilan ID Food.

ID Food Bidik Laba Rp40 Triliun

Setelah proses streamlining rampung, Dony menyoroti target kinerja ID Food. Ia menanyakan proyeksi keuntungan perusahaan pada tahun berikutnya.

“Targetnya tahun depan setelah streamlining berapa untungnya?” tanya Dony.

Perwakilan ID Food menyebut keuntungan perusahaan berpotensi mencapai Rp40 triliun. “Bisa tembus Rp40 triliun, Pak,” jawabnya.

Mendengar proyeksi tersebut, Dony memberikan respons positif. “Sudah bagus itu,” kata Dony.

Meski demikian, Dony menekankan pentingnya peningkatan margin dalam pertumbuhan bisnis ID Food.

Ia mengingatkan pertumbuhan tidak hanya ditopang oleh besarnya nilai perdagangan. “Marginnya supaya jangan terlalu kecil,” ujar Dony.

Perwakilan ID Food kemudian menyebut margin yang saat ini berada di kisaran Rp1,6 triliun. “Rp1,6 triliun, Pak,” jawabnya.

Dony kemudian mendorong peningkatan margin tersebut hingga mencapai Rp4 triliun. “Kalau bisa kita naikkan Rp4 triliun,” kata Dony.

Perdagangan BUMN Diarahkan Lewat ID Food

Transformasi ID Food juga berkaitan dengan penguatan peran perusahaan dalam ekosistem perdagangan BUMN. Ke depan, perdagangan yang berada di bawah ekosistem BUMN diarahkan terintegrasi melalui ID Food.

Dony menilai langkah tersebut akan memperbesar kapasitas bisnis ID Food. Namun, penguatan skala usaha harus diikuti pembenahan sistem internal perusahaan.

“Nanti tentu akan semakin besar ID Food-nya karena semua perdagangan yang under BUMN itu akan melewati ID Food nantinya. Kembali lagi, akan jadi kuat, tinggal sistem-sistemnya nanti kita harus benahi,” ujar Dony.

Dalam lima tahun ke depan, ID Food diarahkan membangun kapabilitas dan skala usaha yang lebih kuat. Perusahaan juga dituntut menyiapkan sistem untuk mendukung perannya sebagai TradingCo pangan.

Transformasi tersebut diharapkan memperkuat posisi ID Food sebagai perusahaan perdagangan dan distribusi pangan. Dengan struktur yang lebih ramping, ID Food diharapkan menjadi lebih efisien dan terintegrasi.

Perubahan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing ID Food dalam ekosistem pangan nasional.

Targetkan 90 Persen CEO dan Direksi BUMN bakal Diisi Talenta Internal

Sementara itu, Badan Pengaturan BUMNdan Danantara Indonesia menargetkan 90 persen posisi CEO dan direksi BUMN diisi talenta internal pada 2029.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengembangan talenta dan kepemimpinan di lingkungan perusahaan pelat merah.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating OfficerDanantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan target itu ditujukan untuk memperkuat regenerasi kepemimpinan.

“Mimpi saya, pada 2028 atau 2029, sekurang-kurangnya 90 persen CEO dan direksi akan datang dari dalam,” kata Dony, dikutip dari Instagram @bumn_id, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Dony, pengembangan talenta masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi BUMN. Karena itu, pengelolaan sumber daya manusiadiperkuat untuk menyiapkan calon pemimpin yang berasal dari internal perusahaan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem pengelolaan talenta di seluruh ekosistem BUMN.

Dony telah bertemu dengan konsultan internasional Accenture dan WTW untuk membahas penguatan organisasi dan SDM di lingkungan BUMN.

Pertemuan itu membahas sistem pengelolaan talenta yang dapat diterapkan secara konsisten di seluruh perusahaan BUMN.

Penguatan dilakukan melalui penyelarasan standar serta pengembangan talenta dan kepemimpinan berbasis kompetensi.

Siapkan Sistem Pengembangan Talenta

BP BUMN dan Danantara juga menyiapkan kebijakan serta formula pengembangan SDM untuk diterapkan di seluruh perusahaan BUMN. Melalui sistem tersebut, standar pengembangan talenta diharapkan lebih seragam antarperusahaan.

“Ketika Anda bergabung di BUMN, di perusahaan mana pun, Anda memiliki standar yang sama,” ujar Dony.

Pengelolaan talenta mencakup identifikasi calon talenta hingga pembaruan talent pool. Proses tersebut juga mencakup penetapan kandidat dari berbagai perusahaan BUMN untuk mengisi posisi strategis.

Rangkaian pengelolaan talenta tersebut telah dijalankan sepanjang 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat peran pimpinan BUMN dalam menyiapkan talenta internal.

Talenta internal tersebut diproyeksikan menjadi calon pemimpin perusahaan pada masa mendatang. Dengan sistem yang diperkuat, BP BUMN dan Danantara menargetkan semakin banyak posisi strategis diisi talenta internal.

Target akhirnya adalah 90 persen posisi CEO dan direksi BUMN berasal dari internal perusahaan pada 2029.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.