Data Center dan Energy Storage Terhubung, ini Tantangannya di RI

Ketiga sektor tersebut kini dinilai memiliki keterkaitan erat karena kebutuhan komputasi yang meningkat harus diikuti pasokan listrik yang andal serta sistem penyimpanan energi untuk menjaga keberlangsungan operasional.

Keterkaitan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Indonesia Energy & EngineeringSeries – Energy Week 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 2-5 September 2026.

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Energy Week 2026 mempertemukan pelaku industri, pemerintah, asosiasi, akademisi, dan penyedia teknologi untuk membahas perkembangan sektor energi sekaligus kebutuhan baru yang muncul seiring pertumbuhan industri digital dan manufaktur di Indonesia.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier, mengatakan perkembangan ketiga sektor tersebut menunjukkan hubungan yang semakin kuat dalam kebutuhan industri saat ini.

“Ketiga sektor ini: kelistrikan, battery and energy storage, dan data center menunjukkan keterkaitan yang mutlak.

Melalui pertemuan ketiganya dalam satu platform, kami telah menyaksikan perkembangan teknologi masing-masing, dan juga memahami bagaimana keterhubungan antarsektor tersebut telah membuka ruang kolaborasi dan membawa potensi pembentukan ekosistem energi yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia,” paparnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.

Data Center Butuh Pasokan Listrik yang Andal

Dalam perkembangan industri digital, data center menjadi salah satu infrastruktur yang membutuhkan dukungan ketenagalistrikan secara berkelanjutan.

Kebutuhan listrik dan komputasi yang meningkat membuat keandalan jaringan menjadi bagian penting dalam menjaga operasional.

Karena itu, kebutuhan terhadap teknologi penyimpanan energi juga semakin berkaitan dengan perkembangan data center dan sistem kelistrikan.

Energy storage dapat menjadi bagian dari ekosistem yang menjaga ketersediaan energi ketika sistem menghadapi gangguan.

Persoalan keandalan tersebut turut menjadi perhatian TYT Smart Energy.

Perusahaan tersebut menekankan integrasi sumber energi terbarukan ke dalam jaringan listrik modern untuk mendukung transisi energi sekaligus menekan emisi karbon dan ketergantungan industri terhadap bahan bakar fosil.

Namun, keberlanjutan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan sumber energi yang digunakan. Keandalan sistem dalam mempertahankan kontinuitas operasional juga menjadi faktor penting.

Office Manager TYT, Jeremy Wang, mengatakan keberlanjutan infrastruktur pada dasarnya bergantung pada kemampuan sistem menjaga operasional tetap berjalan ketika terjadi gangguan.

“Keberlanjutan infrastruktur tidak hanya bergantung pada sumber energi, tetapi juga pada keandalan sistem dalam memastikan operasional tetap berjalan.

Melalui solusi seperti Automatic Transfer Switch, ketika salah satu sumber listrik mengalami gangguan, sistem dapat beralih ke sumber lainnya sehingga kontinuitas pasokan energi tetap terjaga,” ujarnya.

Teknologi seperti Automatic Transfer Switchmenjadi salah satu pendekatan untuk menjaga kesinambungan pasokan.

Ketika salah satu sumber listrik mengalami gangguan, sistem dapat memindahkan pasokan ke sumber lainnya sehingga operasional tidak langsung terhenti.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan ketika sektor digital, manufaktur, dan industri lainnya membutuhkan infrastruktur yang dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Energy Storage Jadi Bagian dari Transformasi Energi

Selain memastikan pasokan listrik tetap tersedia, perkembangan industri juga mendorong kebutuhan terhadap pengelolaan energi yang lebih efisien.

TYT Smart Energy menyatakan komitmennya mendukung transisi energi global melalui integrasi sumber energi terbarukan ke dalam jaringan listrik modern.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk menekan emisi karbon sekaligus mengurangi ketergantungan industri pada bahan bakar fosil.

Perusahaan juga berfokus pada efisiensi sumber daya dengan mengoptimalkan pengelolaan daya dan menerapkan pemeliharaan infrastruktur untuk meminimalkan limbah elektronik industri.

Dalam konteks tersebut, battery and energy storage menjadi salah satu sektor yang ditempatkan bersama ketenagalistrikan dan data center dalam Energy Week 2026.

Maxmilaan mengatakan pertemuan ketiga sektor tersebut dalam satu platform memperlihatkan perkembangan teknologi masing-masing sekaligus membuka peluang kolaborasi antarsektor.

Keterhubungan tersebut juga mencerminkan perubahan kebutuhan industri.

Infrastruktur digital membutuhkan listrik dalam jumlah yang memadai, sementara jaringan listrik membutuhkan sistem yang dapat menjaga keandalan pasokan ketika terjadi gangguan.

Pada saat yang sama, integrasi energi terbarukan membutuhkan pengelolaan dan penyimpanan energi yang mendukung stabilitas sistem.

Energy Week 2026 menghadirkan tiga sektor strategis tersebut dalam satu rangkaian pameran. Kegiatan ini dihadiri oleh 15.614 trade attendees dan melibatkan lebih dari 450 perusahaan peserta pameran dari 29 negara.

Selain pameran, Energy Week 2026 menghadirkan 21 sesi seminar dengan 73 thought leaders serta mendapat dukungan dari 12 asosiasi industri.

Sejumlah kementerian, institusi, dan asosiasi turut berpartisipasi, antara lain Kementerian Komunikasi dan Digital, PT PLN, Badan Riset dan Inovasi Nasional, PJCI (Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia), IDPRO (Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia), NBRI (National Battery Research Institute), METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), serta berbagai organisasi industri lainnya.

Dengan semakin eratnya hubungan antara data center, ketenagalistrikan, dan energy storage, kebutuhan industri ke depan tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas energi.

Keandalan sistem dan kemampuan menjaga kontinuitas operasional juga menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur untuk mendukung transformasi industri.

IEE Series 2026 selanjutnya akan berlanjut melalui Engineering Week pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran. Engineering Week akan digelar di lahan seluas lebih dari 88.000 m² dengan melibatkan lebih dari 1.600 peserta pameran.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.