Dividen Telkom 2026 Diproyeksi 60-90 Persen, ini Pertimbangannya

Minat Investor Individu Menguat, Pemilik SID TLKM Bertambah 1.826 Pihak pada Juli 2026TLKM bakal Spin-off Aset Fiber Optik, Valuasi Jumbo Tembus Rp49,9 Triliun

Selain melalui arus kas operasional, Telkom juga memiliki agenda value unlocking melalui divestasi maupun monetisasi aset.

Jika terdapat dana dari aksi tersebut, penggunaannya akan dievaluasi, termasuk untuk investasi, penguatan neraca, maupun potensi tambahan imbal hasil kepada pemegang saham.

“Apabila terdapat hasil divestasi atau monetisasi aset, penggunaannya akan dievaluasi secara menyeluruh termasuk untuk investasi, penguatan neraca, maupun potensi tambahan imbal hasil kepada para pemegang saham,” kata Arthur.

Kendati demikian, keputusan mengenai besaran dividen tetap mengikuti mekanisme RUPS. Perseroan akan mempertimbangkan kinerja keuangan dan kebutuhan pendanaan sebelum menetapkan kebijakan dividen.

“Target dan kebijakan besaran dividen tetap mempertimbangkan kinerja keuangan, kebutuhan pendanaan, serta juga persetujuan dari RUPS,” ujarnya.

Untuk 2026, Telkom menargetkan pertumbuhan pendapatan yang dinormalisasi sebesar 1-3 persen. Perseroan juga menargetkan margin EBITDA yang dinormalisasi di atas 50 persen serta capex terhadap pendapatan sebesar 17-19 persen.

Sebagai perbandingan, dividen tunai Telkom dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data yang tercatat, TLKM membagikan dividen Rp167,6 per saham untuk tahun buku 2022.

Angka tersebut meningkat menjadi Rp178,5 per saham untuk tahun buku 2023 dan Rp212,47 per saham untuk tahun buku 2024.

Sementara itu, dividen yang dibayarkan pada 2026 untuk tahun buku 2025 mencapai Rp223,17 per saham.

Adapun cum date dividen tersebut adalah 17 Juni 2026, ex date 18 Juni 2026, tanggal pencatatan 19 Juni 2026, dan tanggal pembayaran 10 Juli 2026.

Saat ini kinerja semester I-2026 yang masih tumbuh, ruang pembagian dividen Telkom tetap terbuka.

Namun, besaran final dividen tahun buku 2026 belum ditetapkan karena perseroan masih harus mempertimbangkan kebutuhan investasi, kondisi keuangan, dan keputusan RUPS.

Adapun asumsi awal payout ratio yang disampaikan manajemen berada pada kisaran 60-90 persen dari laba bersih.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.