Harga CPO dan Batu Bara Naik, Emiten Mana yang Paling Diuntungkan?
ISAT
DEN Akui Indonesia Kalah dari Filipina dan Vietnam soal PLTS
Perseroan telah memiliki proyek data center dalam pipeline, termasuk Data Center Bali, Data Center GIIC Deltamas Cikarang, dan Data Center Deltamas Bekasi.
Pada 2025, TOTL juga mengusulkan penambahan sejumlah KBLI untuk mengakomodasi peluang di sektor konstruksi teknologi tinggi seperti data center.
Artinya, TOTL mendapatkan manfaat terutama dari sisi capital expenditure atau capex pembangunan data center.
Modelnya berbeda dengan operator. DCII mendapatkan pendapatan ketika kapasitas data center disewakan dan digunakan pelanggan, sedangkan TOTL memperoleh peluang pendapatan ketika proyek pembangunan dikerjakan.
PTPP
PT PPTbk atau PTPP juga memiliki rekam jejak pembangunan data center di Indonesia, termasuk proyek di Batam, Cikarang, dan Jakarta.
Eksposur seperti ini membuat kontraktor BUMN tersebut ikut berada dalam rantai pasok pembangunan infrastruktur digital.
Emiten yang Menjual Teknologi dan Konektivitas untuk Data Center
MSTI
Ekosistem tersebut kemudian semakin panjang ketika kebutuhan data center bertemu dengan konektivitas dan teknologi.
PT Mastersystem Infotama Tbk atau MSTI menyediakan solusi data center dan cloud infrastructure. Karena itu, eksposurnya berada pada lapisan teknologi dan infrastruktur IT, bukan sebagai operator pusat data.
MTDL
Begitu juga PT Metrodata Electronics Tbk atau MTDL yang menyediakan layanan data, AI, dan cloud sebagai bagian dari bisnis solusi dan konsultasi.
Dengan berkembangnya penggunaan AI, kebutuhan perusahaan terhadap integrasi sistem, cloud, keamanan, dan solusi komputasi ikut meningkat.
Sementara itu, INET memiliki posisi ganda karena selain membangun data center melalui SIDI, perseroan juga memiliki bisnis konektivitas.
Riset UOB Kay Hian melihat kenaikan lalu lintas data dan kebutuhan interkoneksi sebagai peluang bagi sejumlah perusahaan fiber dan konektivitas, antara lain TLKM, ISAT, MORA, KETR, TOWR, MTEL, dan INET.
MGLV Masih Menjadi Cerita Awal
Ada pula PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk atau MGLV yang berada pada tahap berbeda.
Perseroan tengah melakukan transformasi menuju bisnis infrastruktur digital melalui rencana pengambilalihan entitas yang berkaitan dengan bisnis data center Nextier.
Karena proses korporasinya masih berjalan, MGLV lebih tepat dipandang sebagai early-stage play, bukan operator data center dengan skala yang sudah mapan.
Perbedaan tahap tersebut penting bagi investor. Eksposur data center tidak otomatis memiliki bobot yang sama terhadap pendapatan masing-masing emiten.
Kapasitas Besar belum Tentu Cuan Besar
Meski demikian, investor perlu berhati-hati membedakan kapasitas yang direncanakan, kapasitas yang sudah dibangun, kapasitas yang mendapat pasokan listrik, dan kapasitas yang benar-benar terisi pelanggan.
IDPRO sendiri mengingatkan bahwa kebutuhan data center AI bukan lagi sekadar persoalan ketersediaan lahan.
Tantangan berikutnya adalah firm power dan time-to-power, yakni kepastian serta kecepatan memperoleh pasokan listrik dalam skala besar.
Riset UOB Kay Hian juga mengingatkan bahwa keterbatasan listrik, regulasi terkait energi dan air, serta kemampuan mendapatkan pelanggan dapat menjadi penghambat ekspansi.
Perlambatan belanja AI global juga berpotensi menunda pembangunan kapasitas baru dan menekan tingkat utilisasi.
Dengan demikian, investor tidak cukup melihat siapa yang mencantumkan kata data center dalam presentasi perusahaan.
Yang lebih penting adalah melihat berapa MW kapasitas yang sudah beroperasi, berapa yang sudah dikontrak, kapan proyek mulai menghasilkan pendapatan, berapa kebutuhan capex, dari mana pendanaannya, dan seberapa besar kontribusi bisnis tersebut terhadap pendapatan serta laba perusahaan.
Sebab, ledakan data center memang membuka ladang baru di pasar modal. Tetapi di antara emiten-emiten yang ikut menikmati pertumbuhan tersebut, pemenangnya belum tentu perusahaan yang memiliki kapasitas paling besar.
Bisa jadi justru perusahaan yang paling cepat mengubah kapasitas, listrik, lahan, atau teknologi menjadi pendapatan nyata.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.