Saham PT Fortune Indonesia Tbkberhasil memimpin jajaran saham dengan kenaikan tertinggimingguan, sementara saham PT Steady Safe Tbkterseret ke posisi terbawah jajaran saham dengan penurunan terbesar
Lonjakan drastis tersebut mengerek harga saham FORU ke level Rp360 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp167,48 miliar.
Laju penguatan FORU mengekor tren positif mingguan yang diikuti oleh emiten penyedia jasa transportasi PT Guna Timur Raya TbkSaham TRUK menguat pesat 81,69 persen ke posisi Rp2.580 per saham dan menorehkan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp1,12 triliun.
Kenaikan impresif mingguan juga dibukukan oleh emiten perdagangan PT Inter-Delta Tbkyang melonjak 67,48 persen ke level Rp412 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp243,83 miliar.
Mengikutinya, saham emiten perkebunan kelapa sawit PT Bakrie Sumatera Plantations Tbkmelesat 63,11 persen menuju harga Rp336 per saham dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp5,71 triliun.
Saham PT Wahana Pronatural Tbkturut menghuni posisi lima besar top gainers mingguan setelah menguat 51,72 persen hingga parkir pada harga Rp352 per saham dan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp436,80 miliar.
Penghuni jajaran top gainers berikutnya diisi oleh emiten produsen kain nonwoven PT Falmaco Nonwoven Industri Tbkyang menguat 45,26 persen hingga bertengger di level Rp138 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp107,81 miliar.
Aksi beli investor berlanjut pada saham emiten distributor bahan kimia PT Sinergi Multi Lestarindo Tbkyang melonjak 34,29 persen ke harga Rp282 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp656,54 miliar.
Selanjutnya, saham emiten jasa konstruksi dan kontraktor PT Asri Karya Lestari Tbknaik 34,25 persen menuju posisi Rp486 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp3,04 triliun.
Kenaikan mingguan juga dibukukan oleh emiten manufaktur kosmetik PT Martina Berto Tbkyang melesat 33,77 persen ke level Rp206 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp220,42 miliar.
Melengkapi sepuluh besar top gainers pekan ini, saham emiten penyedia jasa logistik dan transportasi PT MPX Logistics International Tbkmenguat 31,33 persen hingga ditutup pada harga Rp218 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp436,00 miliar.
Tekanan jual yang cukup dalam sebaliknya membayangi pergerakan saham PT Steady Safe TbkSaham SAFE menjadi penghuni teratas daftar top losers mingguan usai merosot 40,19 persen hingga terkoreksi ke level Rp625 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp513,25 miliar.
Tekanan penurunan mingguan juga menjalar ke deretan saham grup media MNC Group. Saham PT MNC Digital Entertainment Tbkmelemah 31,03 persen ke posisi Rp200 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp12,13 triliun.
Induk usaha medianya, PT Media Nusantara Citra Tbk, mengekor pelemahan dengan amblas 27,66 persen hingga bertengger di level Rp136 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp2,04 triliun.
Penurunan berlanjut pada emiten pengembang properti dan pariwisata grup yang sama, PT MNC Tourism Indonesia Tbk, yang terkoreksi 26,47 persen hingga terseret ke level Rp50 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp5,36 triliun.
Saham emiten penyedia jasa transportasi logistik PT Sidomulyo Selaras Tbktergerus 26,09 persen hingga ditutup pada level Rp68 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp153,05 miliar.
Penurunan berlanjut pada saham induk holding MNC Group, PT Global Mediacom Tbk, yang terkoreksi 25,22 persen hingga terseret ke harga Rp86 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp1,42 triliun.
Selanjutnya, saham emiten pengembang wahana rekreasi PT Graha Andrasentra Propertindo Tbkmelemah 25,00 persen menuju posisi harga Rp54 per saham dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp1,21 triliun.
Saham emiten manufaktur makanan olahan PT Wahana Interfood Nusantara Tbkturut masuk dalam daftar top losers usai tergerus 23,31 persen ke level Rp102 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,45 triliun.
Koreksi mingguan juga dialami saham emiten manufaktur kemasan plastik PT Yanaprima Hastapersada Tbkyang turun 22,39 persen hingga bertengger pada harga Rp1.040 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp694,72 miliar.
Melengkapi sepuluh besar top losers pekan ini, saham emiten pengembang properti PT Perintis Triniti Properti Tbkterkoreksi 22,35 persen hingga ditutup pada level Rp278 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp1,26 triliun.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.