Harga Batu Bara Tembus USD150, CUAN-BUMI Bersiap Masuk Radar

BUMI Jadi Top Volume dan Frequency, Saham Sepekan Turun 7,21 PersenTertekan ke Zona Merah, BUMI Diproyeksikan Lanjut Melemah

Namun, indikator teknikal memberikan rangkuman jual, dengan satu beli, dua netral dan lima jual.

RSI berada di 45,805 dan masih netral. Stochastic 17,713 serta Stochastic RSI 17,987 menunjukkan kondisi jual berlebih, yang membuka peluang technical rebound. MACD justru positif di 5,53 dan memberikan sinyal beli.

Moving average masih menjadi hambatan utama. CUAN berada sedikit di atas MA5 Rp853, tetapi masih di bawah EMA5 Rp864,54, MA10 Rp889,50, EMA10 Rp879,77, MA20 Rp913,75 dan EMA20 Rp887,95.

Karena itu, Rp860–Rp865 menjadi area konfirmasi awal. Jika ditembus, CUAN berpeluang menguji Rp877–Rp879 dan kemudian Rp889–Rp895.

Sebaliknya, apabila Rp853 gagal dipertahankan, support berikutnya berada di sekitar Rp847, kemudian Rp835.

Harga Batu Bara Jadi Katalis

Secara fundamental, kenaikan harga batu bara menjadi faktor pendukung bagi kedua saham. Data Trading Economics menunjukkan harga batu bara mencapai USD150 per ton, naik 1,33 persen dalam empat pekan dan 41,86 persen dalam 12 bulan.

BRI Danareksa Sekuritas menilai permintaan batu bara global berpotensi mencapai rekor tahun ini karena gangguan pasokan gas akibat perang Iran.

Kenaikan harga LNG akibat gangguan di Selat Hormuz juga dapat mendorong sejumlah negara meningkatkan penggunaan pembangkit berbasis batu bara.

Di sisi lain, ekspor thermal coal Indonesia turun 23 persen secara tahunan pada Agustus 2026, menjadi level terendah untuk bulan tersebut dalam lima tahun.

Kuota produksi, ketidakpastian kebijakan dan gangguan pengiriman menjadi faktor penekan pasokan.

Kombinasi permintaan tinggi dan pasokan terbatas berpotensi menjaga harga batu bara tetap tinggi.

Dengan kondisi tersebut, BUMI memiliki momentum teknikal lebih kuat dibandingkan CUAN pada perdagangan hari ini.

BUMI berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu menembus Rp187, dengan area Rp188–Rp192 menjadi target teknikal berikutnya. Sementara CUAN perlu terlebih dahulu melewati Rp860–Rp865 untuk membuka ruang menuju Rp877–Rp895.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan Rp183 pada BUMI atau Rp853 pada CUAN dapat memicu aksi ambil untung hingga akhir sesi.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.