Penurunan ini juga tidak lepas dari kenaikan harga minyak di tengah spekulasi meningkatnya suku bunga Federal Reserve atau The Fed pekan depan.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun satu persen menjadi USD4.355,85 per ons. Sebelumnya, harga komoditas ini turun sekitar 1,7 persen hingga menyentuh USD4.323,78, level terendah sesi ini.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikatmenyusut 1,2 persen dan ditutup pada level USD4.407,30.
Reuters melaporkan, Data Indeks Harga Produsenmenunjukkan terjadi sedikit peningkatan inflasi mendasar dalam perekonomian AS.
“Dan sebagian dari itu disebabkan oleh kenaikan biaya energi,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di .
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS, Indeks Harga Produsenuntuk permintaan akhir naik 0,4 persen bulan Agustus 2026.
CME FedWatch Tool melaporkan, para pedagang kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS minggu depan sebesar 70 persen, naik dari 62 persen sebelum data tersebut dirilis.
Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan tanggal 15-16 September dan untuk sisa tahun ini.
Di sisi lain, Dolar AS menguat, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal dalam mata uang lain. Sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun yang lebih tinggi semakin menekan harga emas.
“Obligasi harus mencerminkan inflasi yang lebih persisten dan lebih tinggi akibat kenaikan harga minyak, yang menyebabkan harga emas turun,” kata Rodda.
Kenaikan imbal hasil obligasi biasanya menekan harga emas dengan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Sementara itu, harga minyak melonjak 4 persen pada perdagangan kemarin dengan patokan minyak mentah Brent mencapai USD105 per barel.
Kondisi ini terjadi setelah lonjakan serangan terbesar terhadap kapal sejak dimulainya perang AS-Iran memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 4,6 persen menjadi USD64,19 per ons, platinum menyusut 5,5 persen ke level USD1.791,13 dan paladium turun 5,1 perse ke harga USD1.283,52.
HPE Emas Periode I September 2026 Naik, Kemendag Beber Penyebabnya
Kementerian Perdaganganmenetapkan Harga Patokan Eksporemas sebesar USD142.154,10 per kilogram untuk periode I September 2026.
Terdapat kenaikan HPE emas sebesar 7,87 persen dari periode kedua Agustus 2026 yang senilai USD131.777,67 per kilogram.
Sementara itu, Harga Referensiemas meningkat menjadi sebesar USD4.421,49 per troy ouncedari periode sebelumnya yang senilai USD4.098,75 per t oz.
Penetapan HPE dan HR emas tersebut tercantum dalam “Keputusan Menteri PerdaganganNomor 1776 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar”.
Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 1–14 September 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan, kenaikan HPE dan HR emas disebabkan meningkatnya harga emas selama periode pengumpulan data yang mencapai 7,87 persen.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari meningkatnya permintaan emas di pasar global di tengah pasokan yang relatif terbatas.
“Peningkatan HPE dan HR emas pada periode pertama September 2026 didorong beberapa faktor, salah satunya peningkatan permintaan emas di tengah keterbatasan pasokan,” ujar dia dalam keterangannya, Senin, 31 Agustus 2026.
Faktor lain yang membuat HPE dan HR emas naik meliputi depresiasi nilai tukar mata uang utama dunia serta merosotnya imbal hasil obligasi di pasar internasional.
“Di samping itu, wacana pemangkasan suku bunga acuan oleh sejumlah bank sentral global turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas,” jelas Tommy.
Menurut Tommy, kondisi tersebut mendorong investor untuk mengalihkan likuiditas ke emas yang dipandang sebagai aset amandi tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Ia menilai dinamika tersebut mendorong para pelaku pasar untuk mengalihkan modal mereka ke instrumen emas yang dianggap sebagai safe haven dengan tingkat stabilitas yang lebih tinggi.
“Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global,” ujar Tommy.
Tommy menambahkan, HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineralyang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association
Penetapan tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
“Penetapan HPE dan HR emas dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dengan mempertimbangkan informasi, data, serta masukan teknis dari kementerian dan lembaga terkait,” pungkas Tommy.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.