Hasil RUPS AMFG: Rombak Manajemen hingga Bagikan Dividen

Selain itu, rapat juga menyetujui pembagian dividen.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek IndonesiaRUPST tersebut menyetujui pengunduran diri Mampei Chiyoda dari kursi Presiden Direktur AMFG.

Rapat juga menyetujui pengunduran dari dari Toru Itai, Takashi Nekoda, Kiichiro Yoshizawa, Teguh Ari Widodo, dan Bambang Widyawardhana

Selain itu, pemegang saham juga meenerima pengunduran diri dari Hiroyuki Otani dari Komisaris AMFG.

Adapun dewan komisaris dan direksi AMFG yang baru langsung diresmikan setelah acara rapat. Berikut daftarnya:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris: Kotaki Djauw Wakil Presiden Komisaris: Shigeki Yoshiba

Komisaris: Emanuel David Satria Soetedja Komisaris: Natsuyuki Ohnishi

Komisaris Independen: Irawan Soerodjo Komisaris Independen: Kimikazi Ichikawa

Direksi

Presiden Direktur: Toru Itai Wakil Presiden Direktur: Mohamad Amien Direktur: Yoshihiro Nagao Direktur: Samuel Nugroho Setyono Direktur: Kazuhiro Onogawa Direktur: Christoforus Direktur: Taku Ohashi

Selain merombak jajaran manajemen, RUPS juga mengabulkan penggunaan laba Perseroan tahun buku 2025 yang sebesar Rp34,72 miliar sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham atau setara senilai Rp80.

“Sisanya dibukukan sebagai laba ditahan, yang akan digunakan untuk menambah modal kerja Perseroan,” tulis manajemen.

Saham Naik

Saham AMFG pada sesi I perdagangan Senin, 29 Juni 2026 berada di zona hijau atau menguat 3,74 persen ke level Rp3.050.

Pun dalam sepekan, saham emiten produsen kaca ini masih menguat 0,99 persen. Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, kinerja saham masih berada di zona negatif.

Secara bulanan, saham AMFG terkoreksi 2,56 persen, sedangkan dalam tiga bulan turun 4,98 persen. Penurunan berlanjut dalam periode enam bulan dan secara year-to-dateyang masing-masing melemah 10,03 persen.

Dalam rentang satu tahun, harga saham AMFG telah turun 15,75 persen. Koreksi semakin dalam jika dilihat dalam periode tiga tahun yang mencapai 42,99 persen.

Sementara dalam lima tahun saham masih melemah 14,80 persen dan dalam 10 tahun mengalami penurunan hingga 55,64 persen.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.