Sepanjang sesi, indeks sempat bergerak di zona hijau dengan menyentuh level tertinggi di 7.323,70, namun tekanan jual yang meningkat membuat IHSG terperosok hingga level terendah di 7.152,59 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 311,44 miliar lot dan nilai perdagangan sebesar Rp32,35 triliun dari 1,73 juta transaksi.
Pelemahan IHSG pada penutupan hari ini diiringi oleh koreksi dalam pada sejumlah saham, baik dari kelompok saham berkapitalisasi kecil maupun besar.
Tekanan jual terlihat merata di berbagai sektor, yang mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian pasar.
Sejumlah saham mencatatkan penurunan paling dalam dan masuk dalam daftar top losers pada perdagangan hari ini. Mitra PT Tirta Buwana Tbkmenjadi salah satu yang tertekan dengan penurunan 5,45 persen ke level Rp52.
PT GTS Internasional Tbkjuga mengalami pelemahan dengan persentase yang sama, turun 5,45 persen ke Rp191. Tekanan serupa terjadi pada PT Perdana Gapuraprima Tbkyang ditutup melemah 5,45 persen ke Rp104.
Selain itu, PT Superior Prima Sukses Tbkturun 5,38 persen ke Rp123, sementara PT Citra Buana Prasida Tbkterkoreksi 5,33 persen ke Rp284. Saham sektor energi seperti PT Bumi Resources Tbkjuga ikut melemah 5,31 persen ke Rp214.
Di kelompok saham berkapitalisasi besar, tekanan terlihat pada PT Astra International Tbkturun 5,30 persen ke Rp6.250.
Sementara itu, PT Cakra Buana Resources Energi Tbkmelemah 5,29 persen ke Rp805 dan Aneka Tambang Tbkturun 5,25 persen ke Rp3.430. Saham PT Maharaksa Biru Energi Tbkjuga tidak luput dari tekanan dengan penurunan 5,19 persen ke Rp256.