IHSG Dibuka Melemah di Tengah Sentimen Suku Bunga The Fed

Saham EMAS Jadi Top Akumulasi, Kinerja Keuangan 2Q26 Masih TertahanSaham EMAS Melonjak 10,44 Persen, Bagaimana Teknikalnya Hari ini?

Senior Technical Analyst MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pola pergerakan IHSG saat ini masih didominasi oleh tekanan jual yang terstruktur secara teknikal.

Berdasarkan analisis Elliott Wave, pergerakan indeks sedang menyelesaikan bagian dari wave iv dari wave ©.

“IHSG masih didominasi oleh tekanan jual. Meskipun ditutup di atas MA20 namun menimbulkan gap pada rentang 6.552–6.585.

Kami perkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave ©, sehingga posisi IHSG masih rawan menguji rentang 6.370–6.451,” ujar Herditya dalam riset hariannya, Senin, 14 September 2026.

Herditya memetakan level penopang batas bawahIHSG berada di area 6.448 dan 6.318, sementara area pembatas atasutama berada pada level 6.633 dan 6.705.

Pasar Soroti Suku Bunga The Fed

Sementara itu, analis dari PT Indo Premier Sekuritas atau IPOT, Imam Gunadi, menyoroti bahwa perhatian utama pasar global pekan ini tertuju pada pengumuman kebijakan suku bunga The Fed pada 17 September 2026 dan Bank of Japan pada 18 September 2026 yang masing-masing diperkirakan naik 25 basis poin.

Kenaikan suku bunga kedua bank sentral utama ini berpotensi menekan minat terhadap aset berisiko apabila diskursus yang disampaikan lebih ketat dari ekspektasi pasar.

Dari sisi teknikal, meskipun pergerakan jangka pendek IHSG sempat melemah di bawah batas rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20 di sekitar 6.623, pergerakan grafik sempat merosot hingga 6.462 sebelum akhirnya ditutup di level 6.541.

Ekor bawah grafik perdagangan yang relatif panjang ini menunjukkan adanya penolakan terhadap tekanan jual di area bawah, sehingga penembusan level MA20 tersebut berpotensi tergolong sebagai penembusan semu atau false break selama IHSG mampu bergerak merangkak kembali ke atas level MA20 pada sesi perdagangan pekan ini.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.