Mengutip data Stockbit, sepanjang sesi awal, total transaksi mencapai 7,10 juta lot senilai Rp472,41 miliar dan frekuensi perdagangan lebih dari 45 ribu kali.
Beberapa saham mencatat lonjakan harga signifikan di awal perdagangan. PT Mandala Multifinance Tbkmenduduki peringkat teratas top gainer usai mengalami kenaikan tajam 21,67 persen ke level Rp1.460 per saham.
Saham PT Pakuan Tbkterlihat turut menghijau sebanyak 18,87 persen ke harga Rp630. Selain itu, PT Sinar Terang Mandiri Tbknaik 11,90 persen ke posisi Rp705, sedangkan PT Catur Sentosa Adiprana Tbkmenguat 10,56% ke level Rp314.
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbkyang menambah 9,68 persen menjadi Rp102 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham harus terkoreksi cukup dalam. PT Jobubu Jarum Minahasa Tbkmengalami koreksi 8,15 persen ke level Rp124.
Saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbkjuga melemah 6,98 persen ke harga Rp120.
PT Sarimelati Kencana Tbkturut terpantau merosot 6,36 persen ke Rp206.
Penurunan dalam juga dirasakan dua saham lainnya yakni PT Bank Mayapada Internasional Tbksebesar 6,15 persen ke level Rp244, dan PT Agung Menjangan Mas Tbkyang merosot 5,66 persen ke level Rp150.
Dari sisi sektoral, pergerakan bervariasi. Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 0,45 persen, disusul teknologi yang naik 0,55 persen, serta energi yang menguat 0,38 persen.
Sementara itu, sektor kesehatan melemah tipis 0,05 persen dan industri turun 0,01 persen.
Sementara itu, Analis sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana melihat arah IHSG ke depan setelah menembus 7.800 akan sangat ditentukan oleh kombinasi faktor domestik dan global.
Dari eksternal, stabilitas rupiah, arah suku bunga global, serta arus dana asing ke sektor perbankan dan komoditas akan menjadi penentu.
“Secara teknikal, support IHSG berada di level 7.750 dengan resistance terdekat di 7.950.
Adapun PT Reliance Sekuritas Tbk, memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7,802 dan resistance pada level 7,932 dengan kecenderungan melemah.
Reliance Sekuritas melaporkan jika secara teknikal, candle IHSG membentuk formasi two black crows, di bawah MA5, indikator Stochastic dead cross.
“Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami pelemahan,” tulis Reliance dalam risetnya.