IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.648, Saham Sektor Kesehatan Melesat

Indeks saham domestik naik 12,14 poin atau sebesar 0,18 persen menuju level 6.648,62 setelah sebelumnya ditutup pada level 6.636.

Laju IHSG pada awal sesi pagi ini ditopang oleh pergerakan positif mayoritas sektor saham, di mana sektor kesehatan menjadi bintang utama perdagangan dengan lonjakan mencapai 2,56 persen.

Peningkatan signifikan pada sektor kesehatan ini terdorong oleh akselerasi saham-saham produsen alat kesehatan dan farmasi.

Beberapa emiten di sektor kesehatan yang mencatatkan kenaikan tertinggi atau masuk dalam jajaran top gainer antara lain PT Hetzer Medical Indonesia Tbk dengan kode emiten MEDS yang terbang 30,56 persen ke level 94 per saham.

Selanjutnya, saham emiten farmasi PT Phapros Tbk dengan kode emiten PEHA melonjak 20,13 persen ke level 370 per saham.

Tak ketinggalan, saham produsen alat kesehatan PT Jayamas Medica Industri Tbk dengan kode emiten OMED melesat 19,35 persen ke posisi 296 per saham, serta emiten BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk dengan kode emiten KAEF yang merangkak naik 18,18 persen menuju harga 520 per saham.

Kenaikan tajam pada saham-saham kesehatan ini terjadi seiring menguatnya perhatian pasar terhadap dinamika kebutuhan alat kesehatan di dalam negeri.

Selain sektor kesehatan, penguatan IHSG pagi ini juga ditopang oleh sektor infrastruktur yang menguat 0,47 persen, sektor energi yang naik 0,33 persen, serta sektor barang konsumen non-primer yang melaju 0,29 persen.

Sektor teknologi turut menyumbang zona hijau dengan kenaikan 0,24 persen, disusul sektor properti sebesar 0,09 persen dan sektor barang konsumen primer yang terkerek 0,07 persen.

Meski demikian, beberapa sektor masih tertahan di zona merah pada awal perdagangan.

Sektor industri melemah 0,65 persen, sektor transportasi dan logistik turun 0,30 persen, sektor barang baku terkoreksi 0,29 persen, dan sektor keuangan tertekan tipis 0,01 persen.

Di jajaran saham penguat terbesar selain emiten kesehatan, saham PT Aracord Nusantara Group Tbk dengan kode emiten RONY mencatatkan kenaikan pesat hingga 25,00 persen ke level 1.975 per saham.

Sebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan jual dan masuk ke jajaran top loser pada awal sesi.

Saham emiten pengelola restoran PT Pioneerindo Gourmet International Tbk dengan kode emiten PTSP merosot 10,07 persen ke posisi 1.250 per saham.

Saham emiten hiburan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk dengan kode emiten LUCY terkoreksi 7,69 persen ke level 540 per saham.

Kemudian saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk dengan kode emiten AKSI melemah 7,41 persen ke level 300 per saham, saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk dengan kode emiten UDNG turun 6,15 persen ke level 915 per saham, serta saham PT Logisticsplus International Tbk dengan kode emiten LOPI tergerus 6,06 persen ke posisi 62 per saham.

Melihat pergerakan IHSG yang berada di zona hijau pagi ini, analisis dari MNC Sekuritas mencermati bahwa indeks sebenarnya masih dibayangi risiko koreksi teknikal setelah pergerakan pekan lalu.

Tim riset MNC Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG sebelumnya terkoreksi 0,47 persen ke level 6.636 dengan adanya tekanan jual, meskipun secara mingguan masih mencatatkan penguatan 1,82 persen yang didukung volume pembelian cukup tinggi.

Dalam perhitungan gelombang teknikal, posisi IHSG diperkirakan berada di akhir gelombang v dari gelombang, sehingga rawan mengalami penurunan lanjutan dengan area penahanan terdekat berada di kisaran 6.578 hingga 6.626, serta level penopang bawah di area 6.561 dan 6.476, sementara area pembatas atas penguatan berada di level 6.705 dan 6.755.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menjelaskan bahwa kenaikan saham sektor kesehatandidorong oleh munculnya sentimen domestik terkait sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Paparan abu vulkanik yang meluas ke Banten, Lampung, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat berisiko memicu gangguan saluran pernapasandan iritasi mata, yang langsung mendongkrak lonjakan permintaan alat kesehatan seperti masker, obat pernapasan, dan tetes mata.

Hal ini menjadi katalis positif jangka pendekbagi emiten di sektor tersebut.

Perdagangan Saham Sepekan Positif

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesiamencatat data perdagangan saham selama sepekan periode 31 Agustus hingga 4 September 2026 mengalami penguatan.

P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri mengatakan rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tertinggi sebesar 35,9 persen.

“Menjadi 48,99 miliar lembar saham dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 5 September 2026.

Kemudian, disebutkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian BEI pada pekan ini sebesar Rp19,22 triliun atau naik 25,75 persen dari pekan sebelumnya yang senilai Rp15,29 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 10,93 persen menjadi 2,39 juta kali transaksi dari 2,15 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, BEI mencatat Indeks Harga Saham Gabunganpada pekan ini bergerak di zona positif setelah mengalami penguatan lebih dari satu persen.

“IHSG mengalami peningkatan 1,82 persen sehingga ditutup pada level 6.636,475 dari level 6.518,121 pada pekan sebelumnya,” jelas Aulia.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar BEI pekan ini turut menanjak 1,47 persen menjadi Rp11.599 triliun dari Rp11.431 triliun pada pekan sebelumnya.

“Dari sisi investor asing, nilai jual bersih tercatat mencapai Rp29,76 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,05 triliun,” pungkas Aulia.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.