IHSG Diproyeksi Uji 6.208–6.258, Empat Saham ini Menarik Diperhatikan

Astra AgroCetak Laba Rp1,10 Triliun, Melonjak 56,5 Persen di Tengah Tren B50Rosan akan Bicarakan Rencana Setoran Dividen Danantara Rp120 Triliun dengan Menkeu Baru

Didit memperkirakan INDY saat ini berada pada bagian dari wave B dalam waveArea 2.720–2.800 menjadi rentang harga yang perlu diperhatikan apabila saham mengalami pullback.

Sementara itu, level 2.910 dan 2.990 menjadi area penguatan berikutnya dalam skenario teknikalnya.

Adapun level 2.660 menjadi batas yang perlu dicermati apabila tekanan jual membuat INDY kembali melemah.

VKTR Tembus MA200, Momentum Pembelian Menguat

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbkjuga mencatat penguatan cukup besar. Saham tersebut naik 8,44 persen ke level 835 dan pergerakannya disertai munculnya volume pembelian.

Penguatan VKTR juga membawa saham tersebut menembus MA200. Bagi Didit, posisi ini menjadi bagian penting dalam membaca momentum pergerakan saham ke depan.

“VKTR menguat 8,44 persen ke 835 dan disertai oleh munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA200,” ujar Didit.

Didit memperkirakan posisi VKTR saat ini berada pada bagian dari wave C dalam waveArea 810–825 menjadi rentang harga yang menarik diperhatikan ketika saham mengalami koreksi.

Jika momentum pembelian kembali berlanjut, level 865 dan 900 menjadi area penguatan yang dicermati.

Sementara itu, level 795 menjadi batas penting dalam skenario teknikal tersebut.

Dengan demikian, arah IHSG pada perdagangan berikutnya masih akan sangat bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan momentum setelah berhasil kembali berada di atas MA60. Di satu sisi, volume pembelian memberi sinyal positif.

Di sisi lain, pembacaan wave yang digunakan Didit menunjukkan adanya kemungkinan IHSG menguji lebih dulu area 6.208–6.258.

Di tengah kondisi tersebut, CUAN, EMAS, INDY, dan VKTR memiliki cerita teknikal masing-masing.

CUAN masih ditopang volume pembelian, EMAS berada pada fase awal wave, INDY baru menembus cluster MA20 dan MA200, sedangkan VKTR berhasil melewati MA200.

Jadi, bukan sekadar soal saham mana yang sedang naik, tetapi juga seberapa kuat level teknikal yang baru ditembus mampu dipertahankan pasar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.