Pergerakan indeks yang disertai munculnya tekanan jual ini mengindikasikan bahwa area penguatan minimal jangka pendek IHSG telah berhasil dicapai.
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis teknikal gelombang, posisi indeks komposit saat ini tengah memasuki fase rawan koreksi.
“IHSG terkoreksi 0,47 persen ke 6.636 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, area penguatan minimal yang kami sampaikan pun sudah tercapai,” ujar Herditya dalam riset harian Daily Scope Wave, Senin, 7 September 2026.
Ia menilai skenario terburuk IHSG saat ini sudah berada di penghujung struktur gelombang pergerakannya, sehingga ruang koreksi lanjutan semakin terbuka lebar.
“Worst case, skenario IHSG sudah berada di akhir wave v dari wave, sehingga IHSG rawan terkoreksi dengan area terdekat berada di 6.578–6.626,” kata Herditya.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bakal menguji rentang area support di level 6.561 dan 6.476. Sementara itu, batas resistance indeks diperkirakan berada di kisaran 6.705 hingga 6.755.
MNC Sekuritas Cermati Saham Pilihan
Di tengah bayang-bayang pelemahan indeks, MNC Sekuritas mencermati saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbkyang ditutup melemah 1,13 persen ke level 1.310 akibat tekanan jual.
Posisinya disinyalir berada di akhir wavedari wave , sehingga investor disarankan melakukan trading buy di area 1.280–1.300 dengan target harga 1.345 dan 1.365, serta memasang stoploss di bawah 1.270.
Peluang akumulasi juga terlihat pada saham PT Elnusa Tbkyang terkoreksi 2,01 persen ke level 730 dan diperkirakan memasuki bagian awal wave 2 dari wave
MNC Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness pada rentang 695–720, dengan proyeksi target harga di level 780 dan 830, serta batas stoploss di bawah 660.
Sementara itu, saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbkyang berhasil menguat tipis 0,42 persen ke level 1.185 dinilai sedang membentuk bagian dari wavedari wave .
Investor dapat memanfaatkan opsi buy on weakness pada area 1.065–1.165 untuk mengejar target harga 1.265 hingga 1.365, dengan stoploss di bawah 1.020.
Berbeda dengan tiga emiten sebelumnya, saham PT Indika Energy Tbkjustru direkomendasikan untuk sell on strength di kisaran 2.820–2.910.
Meski sempat tertahan garis MA200 saat turun ke 2.790, INDY diproyeksikan berada di akhir wave 5 dari wavesehingga potensi penguatannya terbatas dan rawan terkoreksi ke area 2.470–2.640.
Perdagangan Saham Sepekan Positif
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesiamencatat data perdagangan saham selama sepekan periode 31 Agustus hingga 4 September 2026 mengalami penguatan.
P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri mengatakan rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tertinggi sebesar 35,9 persen.
“Menjadi 48,99 miliar lembar saham dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 5 September 2026.
Kemudian, disebutkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian BEI pada pekan ini sebesar Rp19,22 triliun atau naik 25,75 persen dari pekan sebelumnya yang senilai Rp15,29 triliun.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 10,93 persen menjadi 2,39 juta kali transaksi dari 2,15 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, BEI mencatat Indeks Harga Saham Gabunganpada pekan ini bergerak di zona positif setelah mengalami penguatan lebih dari satu persen.
“IHSG mengalami peningkatan 1,82 persen sehingga ditutup pada level 6.636,475 dari level 6.518,121 pada pekan sebelumnya,” jelas Aulia.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar BEI pekan ini turut menanjak 1,47 persen menjadi Rp11.599 triliun dari Rp11.431 triliun pada pekan sebelumnya.
“Dari sisi investor asing, nilai jual bersih tercatat mencapai Rp29,76 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,05 triliun,” pungkas Aulia.
Prospek IHSG September 2026
Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabunganakan bergerak menguat pada September 2026.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menyampaikan IHSG berpeluang ditutup positif sebesar 40–45 persen pada September 2026. Angka ini sedikit di atas rata-rata probabilitas historis 33 persen
“Namun tetap condong ke skenario konsolidasi dengan bias pelemahan jangka pendek,” ujar Liza dalam risetnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Liza memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.300–6.650 sepanjang September 2026, dengan tekanan terbesar di sekitar “minggu sibuk” bank sentral globaldan rebalancing FTSE Russell
Ia memandang konsolidasi ini sebagai jeda sehat di dalam tren re-rating yang lebih besar, sejalan dengan target akhir tahun 2026 Kiwoom Sekuritas di kisaran 7.250–7.700
“Dengan syarat progres pada lima uji re-rating terus berlanjut menjelang review MSCI November 2026,” jelas Liza.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.