IHSG Hari ini Dibuka Tergelincir ke Level 6.197, Sektor Teknologi Ambles 4,12 Persen!

Laju IHSG melemah 44,46 poin atau sekitar 0,71 persen menuju ke posisi 6.197,43 pada pukul 09.00 WIB.

Pergerakan sektoral di bursa saham domestik terpantau bergerak bervariasi dengan mayoritas sektor terkoreksi.

Penurunan terdalam dialami oleh sektor teknologi yang ambles hingga 4,12 persen, disusul oleh sektor barang konsumen siklikal yang merosot 2,49 persen.

Sektor infrastruktur juga tertekan 0,96 persen, sektor barang baku melemah 0,67 persen, sektor kesehatan turun 0,47 persen, serta sektor keuangan terkikis 0,46 persen.

Di samping itu, sektor industri melemah 0,23 persen, sektor properti terkoreksi 0,17 persen, dan sektor barang konsumen non-siklikal turun tipis 0,14 persen.

Sebaliknya, beberapa sektor yang berhasil menahan laju penurunan adalah sektor transportasi yang naik 0,45 persen serta sektor energi yang menguat 0,12 persen.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham emiten justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk ke dalam jajaran pencetak keuntungan tertinggi atau top gainers.

Kenaikan tertinggi dipimpin oleh saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk dengan kode emiten TAMU dari sektor transportasi yang melonjak 30,77 persen ke harga 34 per saham.

Penguatan disusul oleh saham PT Visi Media Asia Tbk atau VIVA dari sektor barang konsumen siklikal yang melejit 30,56 persen ke posisi 47.

Saham PT Bakrieland Development Tbk atau ELTY dari sektor properti naik 30,00 persen ke harga 39, saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk atau PCAR dari sektor barang konsumen non-siklikal menguat 23,21 persen ke level 69, serta saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk atau BIKE melonjak 22,73 persen menuju posisi 1.485 per saham.

Sementara itu, deretan emiten yang tertekan cukup dalam dan mengisi jajaran pencetak kerugian terbesar atau top losers dipimpin oleh PT Fortune Indonesia Tbk dengan kode emiten FORU dari sektor barang konsumen siklikal yang ambles 15,00 persen ke level 306 per saham.

Penurunan mendalam juga dialami saham PT Triniti Dinamik Tbk atau TRUE dari sektor properti yang merosot 15,00 persen ke harga 51, disusul PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk atau LIFE dari sektor keuangan yang jatuh 14,81 persen ke posisi 8.625.

Selanjutnya, saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk atau ENZO dari sektor barang konsumen non-siklikal melemah 14,71 persen ke level 58, serta saham PT Steady Safe Tbk atau SAFE dari sektor transportasi tergerus 14,40 persen ke harga 535 per saham.

Berdasarkan analisis teknikal dari tim riset MNC Sekuritas, pergerakan IHSG pada penutupan pekan sebelumnya berada di level 6.241 dengan pelemahan 0,9 persen akibat tekanan jual yang cukup tinggi.

Dalam skala mingguan, IHSG secara keseluruhan tercatat turun 3,09 persen namun posisinya masih tertahan di atas garis MA20.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave a dari wave, sehingga indeks berpotensi terlebih dahulu menguji rentang area support pada level 6.157 hingga 6.209.

Adapun batas support teknikal berada pada kisaran 6.174 dan 6.108, sementara area resistance disiapkan pada posisi 6.380 serta 6.535.

Sementara itu, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, membeberkan beberapa peluang saham dan instrumen yang menarik untuk dipantau melalui pemanfaatan platform IPOT di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Saham pertama yang layak masuk dalam radar pengamatan adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk dengan kode emiten MDKA. Emiten ini berada di tingkat harga 3.070 dengan titik masuk potensialdi posisi yang sama.

Pergerakan MDKA terpantau konsisten berada di atas garis rata-rata pergerakan lima haridan didukung oleh aksi akumulasi oleh investor besar selama lima hari perdagangan terakhir.

Pergerakan saham ini diperkirakan memiliki batas atas atau sasaran kenaikan di kisaran level 3.300 yang mencerminkan potensi penguatan sekitar 7,49 persen, dengan batas toleransi penurunandi level 2.980 atau minus 2,93 persen, serta memiliki rasio risiko berbanding imbal hasilsebesar 1 berbanding 2,6.

Emiten berikutnya yang berpotensi memberikan imbal hasil menarik adalah PT Astra Otoparts Tbkyang saat ini diperdagangkan pada level 3.380.

Saham ini tercatat mengalami penurunan sehat di tengah fase tren menguat, di mana pergerakan harganya mengindikasikan potensi menembus level resistansi

Tingkat kisaran yang dapat dicermati berada pada harga entry 3.380 dengan potensi area penguatan menuju 3.610 atau setara 6,80 persen.

Adapun level pembatasan risiko disiapkan pada area 3.290 atau minus 2,66 persen, yang membawa rasio risiko terhadap imbal hasil di angka 1 berbanding 2,6.

Selanjutnya, saham PT Ketrosden Triasmitra Tbkyang bertengger di harga 975 juga dinilai menjanjikan untuk dipantau.

Emiten ini secara konsisten bergerak di atas garis pergerakan 20 haridan baru saja mencatatkan lonjakan harga yang ditopang volume transaksi tinggi.

Saham KETR dapat dicermati dengan kisaran masuk di level 975, di mana target pergerakan naik diperkirakan mampu menuju kisaran 1.080 atau menguat hingga 10,77 persen.

Area penahanan risiko berada pada level 925 atau sekitar minus 5,13 persen, yang mewakili rasio risiko berbanding imbal hasil pada posisi 1 berbanding 2,1.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.