IHSG Jebol Level 6.000 Bertepatan Reshuffle Kabinet Merah Putih, Berakhir Memerah!

Tekanan jual tajam di pasar modal domestik ini terjadi bertepatan dengan momen pengumuman dan pelantikan reshuffle Kabinet Merah Putih jilid ketujuh di Istana Kepresidenan Jakarta.

Tim Riset NH Korindo Sekuritas Indonesiamengonfirmasi bahwa penembusan level psikologis ini menjadi sinyal teknikal yang perlu diwaspadai para pelaku pasar.

“IHSG sudah break ke bawah support level 6.000,” tulis Tim Riset NH Korindo Sekuritas Indonesia dalam catatan analisis harian pasar modal, Kamis, 1 Oktober 2026.

Penurunan drastis pasca-pukul 14.00 WIB mencerminkan respons berfluktuasi investor terhadap perombakan besar-besaran yang mencakup sedikitnya 17 posisi strategis menteri, wakil menteri, hingga pimpinan lembaga.

Tekanan pasar terlihat memuncak menjelang akhir sesi kedua sebelum akhirnya IHSG mengalami sedikit perlawanan dan ditutup menipis di atas level 6.000.

Pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan hari ini bergerak di rentang yang cukup lebar dengan volatilitas tinggi.

Setelah dibuka pada level 6.062,89, IHSG sempat melompat menyentuh level tertinggi harian di kisaran 6.095,23 pada sesi pagi sebelum berbalik arah merosot tajam.

Total volume perdagangan yang ditransaksikan para pemodal mencapai 301,62 juta lot dengan total nilai transaksi harian sebesar Rp10 triliun.

Tekanan pada indeks saham domestik sebenarnya sudah memanas sejak perdagangan Sesi I ditutup.

Pada penutupan Sesi I, IHSG terpangkas 0,83 persen atau melemah 50,44 poin ke posisi 6.020,70 dengan total nilai transaksi mencapai Rp5,09 triliun.

Pelemahan Sesi I dipicu oleh kemerosotan mayoritas sektor saham, terutama sektor teknologiyang ambles 3,27 persen, sektor industriturun 1,83 persen, dan sektor transportasiterkoreksi 1,80 persen.

Aksi lepas saham oleh investor asingpada Sesi I juga membendung pergerakan indeks, terutamanya pada saham GOTO sebesar Rp62,77 miliar, CUAN Rp29,52 miliar, dan AMMN Rp24,55 miliar, meski sektor energimasih mencatatkan penguatan tipis 0,57 persen.

Daftar Pejabat dalam Reshuffle Ketujuh Kabinet Merah Putih

Pelemahan tajam IHSG selaras dengan momentum pelantikan yang didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104/P/2026 dan Keppres Nomor 105/P/2026.

Dalam perombakan ini, Dudung Abdurachman dilantik menjadi Menko Polkam, Sugiono bergeser menjadi Menko PMK, dan Arrmanatha Nasir menjabat Menlu.

Sementara itu, M.

Sarmuji resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menperin, Bahlil Lahadalia mengemban jabatan baru sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM, serta Komjen Pol Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang digeser menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Penguatan struktur tim ekonomi, seperti penambahan dua Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman dan Nurkholish Ibnu Amman serta Wamenko Perekonomian Drajat Hari Wibowo, diharapkan mampu meredam gejolak.

Pelaku pasar kini menantikan eksekusi program hilirisasi dan koordinasi antarlembaga demi menahan aksi jual lanjutan di bursa domestik.

Momentum Resuffle Kabinet Justru Tekan Pasar?

Secara analisis teknikal grafik TradingView, indikator Relative Strength Indexdan posisi garis rata-rata pergerakanmenunjukkan tren pelemahan jangka pendek yang cukup tegas.

Pola pembentukan grafik memperlihatkan koreksi lanjutan dari pola wedges yang telah terbentuk sejak beberapa bulan terakhir, sehingga konfirmasi breakdown level 6.000 menjadi area krusial bagi pergerakan indeks pekan ini.

IHSG sempat mengalami tekanan paling dalam pada pukul 14.51 WIB saat indeks terlempar ke level 5.973,16 akibat aksi lepas saham secara masif oleh para investor.

Namun, memasuki menit-menit akhir penutupan perdagangan atau pre-closing, aksi beli selektif dari pemodal domestik berhasil menahan penurunan lebih dalam.

Dorongan beli tersebut sukses mengerek kembali IHSG ke posisi 6.000 hingga akhir sesi penutupan.

Langkah perombakan kabinet yang berjarak hanya dua pekan dari reshuffle keenam pada 14 September lalu ini dipandang pelaku pasar sebagai pergeseran peta ketidakpastian iklim investasi.

Jika IHSG gagal bertahan di atas level psikologis 6.000 pada perdagangan esok hari, area support kuat berikutnya diproyeksikan berada di kisaran 5.950 hingga 5.880.

Sebaliknya, jika respons pasar terhadap kebijakan jajaran menteri baru membaik, indeks berpotensi melakukan uji resistance terdekat di level 6.050 hingga 6.080.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.