IHSG Melemah ke 6.971, Deretan 10 Saham Top Loser jadi Penekan Utama

Indeks ditutup turun tipis 18,40 poin atau 0,26 persen ke level 6.971,03, setelah sempat bergerak di atas level psikologis 7.000.

Sejak pembukaan di level 7.001,28, IHSG langsung menguji area resistance intraday dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.022,04. Namun dorongan tersebut tidak bertahan lama.

Tekanan jual mulai muncul secara bertahap hingga indeks akhirnya turun ke level terendah di 6.942,63 sebelum sedikit pulih menjelang penutupan.

Pola pergerakan ini menunjukkan bahwa area 7.000 masih menjadi zona yang sensitif. Setiap kali indeks mencoba menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan jual langsung meningkat dan mendorong indeks kembali ke bawah.

Ini mencerminkan adanya distribusi yang aktif di area atas, bukan sekadar profit taking sesaat.

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat sebesar Rp13,48 triliun dengan volume mencapai 271,55 juta lot dan frekuensi 1,77 juta kali transaksi.

Angka ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar tetap tinggi, meskipun arah pergerakan indeks cenderung terbatas.

Jika dilihat lebih dalam, aktivitas pada pasar reguler mendominasi dengan nilai transaksi Rp11,79 triliun dari volume 241,96 juta lot.

Komposisi ini menandakan bahwa pergerakan indeks sepenuhnya ditentukan oleh transaksi normal pasar, bukan didorong oleh transaksi negosiasi atau crossing dalam jumlah besar.

10 Saham Peringkat Terbawah

Sejumlah saham dari berbagai sektor mencatatkan penurunan signifikan dan menjadi pemberat laju indeks. Di posisi teratas, PT Graha Prima Mentari Tbkdari sektor properti mengalami koreksi paling dalam setelah turun 3,87 persen ke level 298.

Selanjutnya, PT Delta Dunia Makmur Tbkyang bergerak di sektor energi juga melemah 3,85 persen ke posisi 250. Tekanan serupa turut dialami PT Indo Komoditi Korpora Tbkdari sektor perdagangan yang terkoreksi 3,85 persen ke level 50.

Dari sektor properti, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbkturut masuk dalam daftar saham dengan penurunan terdalam setelah turun 3,85 persen ke level 200.

Sementara itu, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbkdari sektor keuangan tercatat melemah 3,82 persen ke posisi 3.270.

Tekanan juga terlihat pada saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbkdari sektor konsumer non-primer yang turun 3,82 persen ke level 302. Kemudian, PT Citra Putra Realty Tbkdari sektor properti ikut terkoreksi 3,82 persen ke posisi 2.770.

Berikutnya, PT J Resources Asia Pasifik Tbkdari sektor energi mengalami penurunan 3,81 persen ke level 505. Disusul PT Primadaya Plastisindo Tbkdari sektor industri yang melemah 3,80 persen ke posisi 304.

Sementara itu, PT MNC Kapital Indonesia Tbkdari sektor keuangan melengkapi daftar top loser setelah terkoreksi 3,77 persen ke level 51.

Secara keseluruhan, pelemahan saham-saham tersebut mencerminkan masih kuatnya tekanan di pasar, di mana pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dan melakukan aksi profit taking di tengah minimnya sentimen positif yang mampu mengangkat indeks lebih tinggi.

Selain itu ada sentimen global karena panasnya konflik Iran, Amerika dan Israel.