IHSG Menguat 8.944: Sepuluh Saham ini Jadi Pemberat Terbesar Pasar

Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 8.916,03 hingga 8.970,87, dengan level pembukaan di 8.959,09.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai. Total volume transaksi di seluruh pasar mencapai 704,30 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp36,77 triliun dari 4,57 juta transaksi.

Pada pasar reguler, volume tercatat sebanyak 668,47 juta lot dengan nilai transaksi Rp35,08 triliun dan frekuensi 4,57 juta kali.

Meski indeks mampu bertahan di zona hijau, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham. Sepuluh saham tercatat berada di jajaran terbawah dan menjadi pemberat utama pergerakan pasar.

PT Prasidha Aneka Niaga Tbkmelemah 5,56 persen ke level Rp136 dengan nilai transaksi mencapai Rp856,64 miliar. PT Radiant Utama Interinsco Tbkturun 5,49 persen ke harga Rp310 dengan nilai transaksi Rp4,76 miliar.

Tekanan juga dialami PT Petrindo Jaya Kreasi Tbkyang terkoreksi 5,45 persen ke posisi Rp2.080 dengan nilai transaksi cukup besar sebesar Rp221,90 miliar.

PT Dewi Shri Farmindo Tbkmelemah 5,36 persen ke level Rp159 dan mencatat nilai transaksi Rp12,83 miliar, sementara PT Transkon Jaya Tbkturun 5,35 persen ke harga Rp177 dengan nilai transaksi Rp239,95 juta.

Selanjutnya, saham PT Ginting Jaya Energi Tbkterkoreksi 5,15 persen ke Rp92 dengan nilai transaksi Rp5,46 miliar. PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbkturun 5,00 persen ke level Rp76 dengan nilai transaksi Rp5,69 miliar.

Tekanan jual juga menimpa PT ITSEC Asia Tbkyang melemah 4,92 persen ke harga Rp1.740 dengan nilai transaksi Rp20,83 miliar.

Dua saham lain yang melengkapi daftar terbawah adalah PT Jasa Berdikari Logistics Tbkyang turun 4,88 persen ke level Rp78 dengan nilai transaksi Rp2,72 miliar serta PT Bank Oke Indonesia Tbkyang mencatat penurunan terdalam, melemah 5,83 persen ke harga Rp194 dengan nilai transaksi Rp4,27 miliar.

Pelemahan saham-saham tersebut lebih dipengaruhi aksi ambil untung jangka pendek dan rotasi sektor, seiring pergerakan IHSG yang cenderung konsolidatif di area 8.900 hingga 9.000.

Investor disarankan tetap selektif dengan mencermati fundamental emiten, likuiditas saham, serta potensi katalis lanjutan di tengah pasar yang bergerak terbatas.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.