IHSG Menguat, DSSA Berbalik Melemah 3,06 Persen, Bagaimana KOTA?

Asing Mulai Jual DSSA, Akumulasi atau Distribusi Pekan Ini?

Berbeda dengan IHSG dan KOTA

Saham DSSA Jadi Incaran Pekan ini, BUMI Paling Banyak Dilepas

Jika DSSA kembali mampu merebut Rp1.120 dan bergerak menuju Rp1.145, tekanan jual sesi II mulai berkurang. Sebaliknya, apabila Rp1.100 ditembus dan tekanan berlanjut, perhatian berikutnya berada di sekitar Rp1.085.

Pada sisi atas, area Rp1.145-Rp1.160 menjadi resistance terdekat. Level Rp1.160 penting karena merupakan titik tertinggi perdagangan Senin sekaligus area yang sempat disentuh tetapi gagal dipertahankan.

Sementara itu, antrean orderbook yang terlihat pada sesi I menunjukkan bid relatif tebal di bawah harga pasar, dengan antrean besar pada Rp1.100-Rp1.110.

Namun, keberadaan antrean tersebut belum cukup untuk memastikan adanya akumulasi karena order dapat berubah sepanjang perdagangan.

Apakah DSSA Mulai Distribusi?

Data perdagangan hari ini menunjukkan tekanan distribusi jangka pendek meningkat, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa DSSA telah memasuki fase distribusi besar.

Indikasinya terlihat dari perubahan harga yang cukup jelas, dari stagnan Rp1.145 pada sesi I menjadi Rp1.110 pada penutupan. Harga juga ditutup dekat level terendah harian, sementara nilai transaksi meningkat signifikan.

Ditambah dengan munculnya net sell asing setelah pekan sebelumnya mencatat net buy besar, tekanan tersebut perlu dicermati.

Namun, DSSA masih berada di atas sejumlah moving average jangka pendek. Karena itu, penurunan satu hari belum mengubah seluruh struktur teknikal.

Untuk perdagangan berikutnya, Rp1.100 menjadi batas penting di bawah, sedangkan Rp1.120-Rp1.145 menjadi area pemulihan.

Jika harga mampu kembali berada di atas Rp1.145 dengan aktivitas transaksi yang meningkat, tekanan jual sesi II berpotensi mereda.

Sebaliknya, jika Rp1.100 ditembus dengan transaksi besar, tekanan distribusi akan menjadi lebih terkonfirmasi.

Dengan demikian, DSSA memasuki perdagangan berikutnya dalam kondisi yang berbeda dari saat sesi pertama. Jika sebelumnya harga masih bertahan, penutupan Senin menunjukkan penjual mulai lebih dominan.

Arah selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan saham mempertahankan Rp1.100 dan merebut kembali Rp1.120-Rp1.145.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.