IHSG ditutup di level 6.009,50 pada Kamis, 1 Oktober 2026, atau terkoreksi 61,64 poin. Pergerakan indeks berlangsung di tengah perhatian investor terhadap perkembangan domestik dan sentimen pasar global.
Secara teknikal, sejumlah perusahaan sekuritas melihat area 6.000 sebagai level penting. BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG telah menembus support Fibonacci 6.019 dan ditutup dekat level psikologis 6.000.
Dalam risetnya, perusahaan sekuritas tersebut menempatkan support berikutnya di 5.854 dan resistance pada kisaran 6.185-6.240.
Selama area support bertahan, menurut Nafan, peluang rebound secara teknikal masih terbuka. Sebaliknya, penembusan signifikan terhadap support dapat membuka ruang koreksi lanjutan.
Pandangan tersebut sejalan dengan Phintraco Sekuritas yang mencatat IHSG sempat melemah hingga 5.973 sebelum kembali ditutup di atas 6.000.
Dalam ulasannya, Phintraco memperkirakan penutupan di bawah level psikologis tersebut dapat membawa indeks menguji area sekitar 5.800.
MNC Sekuritas dalam riset Daily Scope Wave 2 Oktober mencatat IHSG berada dalam tekanan setelah terkoreksi 1,02% menjadi 6.009,50.
Dalam skenario teknikalnya, support berada di 5.949 dan 5.872, sementara resistance ditempatkan di 6.187 dan 6.297.
Perbedaan level support antar-riset tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar menggunakan beberapa pendekatan teknikal untuk membaca ruang koreksi.
Area 5.854, 5.872 dan 5.949 menjadi sejumlah level yang diperhatikan, sementara area 6.185-6.240 menjadi zona yang disebut BRI Danareksa dan Mirae Asset dalam konteks peluang technical rebound.
Tekanan IHSG juga terjadi ketika pasar saham Amerika Serikat hanya mencatat penguatan tipis. Dow Jones naik 0,04 persen, S&P 500 bertambah 0,19 persen, dan Nasdaq menguat sekitar 0,04 persen pada perdagangan Kamis waktu setempat.
Dengan demikian, sentimen eksternal dari Wall Street memberikan latar yang relatif terbatas bagi pasar saham Indonesia.
Selain ekuitas global, harga minyak menjadi perhatian lain. Brent ditutup di atas USD100 per barel setelah naik tajam pada perdagangan Kamis.
Kenaikan harga minyak dapat menjadi perhatian investor Indonesia karena berpotensi memengaruhi ekspektasi inflasi, biaya energi, neraca perdagangan, serta kinerja sektor-sektor yang sensitif terhadap harga komoditas.
Dari domestik, BRI Danareksa Sekuritas mencatat surplus perdagangan Indonesia pada Agustus mencapai USD3,55 miliar. Inflasi September berada di 3,28 persen secara tahunan.
Dua indikator tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai perekonomian domestik: ekspor masih menghasilkan surplus, sementara tekanan harga konsumen meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Investor juga akan memperhatikan data tenaga kerja Amerika Serikat. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam membaca arah kebijakan Federal Reserve.
Perubahan ekspektasi suku bunga AS dapat memengaruhi pergerakan dolar, yield Treasury, arus modal global, dan pada akhirnya sentimen terhadap aset berisiko di negara berkembang, termasuk saham Indonesia.
Faktor domestik lain yang menjadi perhatian adalah perubahan susunan kabinet. Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sekretariat Negara mencatat pelantikan sejumlah menteri dan wakil menteri dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026.
Perubahan tersebut mencakup antara lain Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.
Perubahan susunan pemerintahan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar.
Nafan Aji Gusta mengatakan kepada ANTARA bahwa pasar mencermati reshuffle karena perubahan tersebut dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan pemerintah ke depan.
IHSG kemudian ditutup melemah 1,02 persen pada hari yang sama. Hubungan antara kedua peristiwa tersebut merupakan konteks sentimen pasar, bukan ukuran tunggal penyebab pergerakan indeks.
Saham yang Masuk Radar Perdagangan Hari ini
Dari sisi saham, sejumlah sekuritas memberikan daftar saham yang menjadi perhatian untuk perdagangan jangka pendek. BRI Danareksa Sekuritas mencantumkan ENRG dengan target Rp1.440-Rp1.500, COCO Rp116-Rp124, dan VKTR Rp855-Rp915.
Sementara itu, MNC Sekuritas mencantumkan ASII, ARCI, BMRI, dan BULL dalam tabel stock recommendation dengan masing-masing area transaksi dan target yang berbeda.
William Hartanto juga menyebut DSSA dan PTRO untuk dicermati pada perdagangan Jumat, dengan target masing-masing Rp1.180-Rp1.200 dan Rp5.400-Rp5.500.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan rekomendasi dari analis atau praktisi pasar yang dikutip, bukan kepastian mengenai pergerakan harga saham.
Dengan posisi IHSG yang kembali berada dekat level 6.000, perhatian pasar pada Jumat akan tertuju pada kemampuan indeks mempertahankan sejumlah support teknikal.
Data tenaga kerja AS, pergerakan Wall Street, harga minyak di atas USD100 per barel, perkembangan kebijakan domestik setelah reshuffle, serta aktivitas perdagangan di BEI menjadi faktor yang dapat membentuk sentimen sepanjang sesi.
Untuk saham individual, daftar dari masing-masing sekuritas menunjukkan adanya perbedaan pilihan dan target harga.
Karena itu, level teknikal, volume perdagangan, kondisi sektor, serta katalis perusahaan tetap menjadi variabel yang perlu diperhatikan secara terpisah dari arah IHSG secara keseluruhan.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.