Indeks turun 41,17 poin atau setara 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, seiring meningkatnya tekanan jual di sejumlah saham, khususnya emiten properti dan saham berkapitalisasi menengah hingga kecil.
Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Indeks dibuka di level 9.031,49 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 9.039,67 sebelum berbalik arah dan turun hingga level terendah 8.837,83.
Tekanan jual yang berlanjut membuat IHSG gagal bertahan di atas level psikologis 9.000 hingga penutupan sesi.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai. Di seluruh pasar, volume transaksi mencapai 641,44 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp32,01 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 3,32 juta kali.
Sementara itu, pada pasar reguler, volume perdagangan tercatat 618,71 juta lot dengan nilai transaksi Rp29,22 triliun dan frekuensi yang sama, yakni 3,32 juta kali.
Pelemahan IHSG diikuti oleh tekanan signifikan pada sejumlah saham yang masuk dalam daftar 10 saham dengan penurunan terdalam hari ini.
Saham PT Era Mandiri Cemerlang Tbkmencatatkan penurunan paling dalam setelah turun 7,63 persen ke level 121.
Saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbkjuga mengalami tekanan kuat dengan penurunan 7,46 persen ke harga 124.
Selanjutnya, saham PT Esta Multi Usaha Tbkmelemah 7,32 persen ke level 380, diikuti PT Homeco Victoria Makmur Tbkyang turun 7,19 persen ke posisi 310.
Tekanan jual juga menyeret saham PT Fortune Indonesia Tbkyang turun 7,14 persen ke level 1.560, serta PT Eka Sari Lorena Transport Tbkyang terkoreksi 7,14 persen ke harga 234.
Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbkmelemah 7,09 persen ke level 262.