Indonesia Morowali (IMIP) Ciptakan Ekonomi Sirkular di Lingkar Nikel Morowali

Dexlite Naik 20 Persen, Ekonom Ingatkan Beban yang bisa Jatuh ke Kelas MenengahDanantara Sebut Merger PT PP dan Adhi Karya Harus Tuntas Tahun ini

Dengan skala tersebut, peluang ekonomi sirkular sebenarnya terbuka. Persoalannya, sampah baru menjadi komoditas ekonomi apabila proses pemilahan, pengolahan, produksi, hingga penjualannya memiliki skala dan pencatatan yang jelas.

Hal itulah yang sedang dibenahi IMIP dalam pendampingan terhadap Kelompok Tani Alam Terpadu. Perusahaan menyebut penguatan administrasi produksi diperlukan karena pencatatan jumlah pupuk yang dibuat dan terjual masih perlu diperbaiki.

IMIP juga mendukung pengujian laboratorium terhadap kompos untuk memastikan kualitas produk sebelum dipasarkan kepada petani sekitar.

Rantai berikutnya adalah pertanian. Badan Pusat Statistik Kabupaten Morowali mencatat produksi padi daerah tersebut pada 2023 mencapai 821,37 ribu ton gabah kering giling dari luas panen sekitar 177,7 ribu hektare. Produksi tersebut meningkat 10,34 persen dibandingkan 2022.

Data tersebut menunjukkan bahwa rencana PESONA TANI menghubungkan dua aktivitas ekonomi sekaligus, yakni pengelolaan sampah dan pertanian.

Kompos tidak berhenti sebagai produk akhir pengolahan sampah, tetapi diarahkan kembali menjadi input produksi pertanian.

Kelompok tani di Desa Le-le bahkan mulai merancang budidaya padi organik secara mandiri.

Dengan begitu, keberhasilan program nantinya tidak hanya dapat dilihat dari berapa banyak sampah yang berhasil dialihkan dari tempat pembuangan, tetapi juga dari kemampuan kompos tersebut menggantikan sebagian kebutuhan input pertanian.

Pembanding harga pupuk juga memberi gambaran mengenai medan bisnis yang harus dihadapi kompos produksi masyarakat.

Kementerian Pertanian menetapkan harga eceran tertinggi pupuk organik bersubsidi sebesar Rp640 per kilogram sejak Oktober 2025. Pada periode yang sama, HET urea ditetapkan Rp1.800 per kilogram dan NPK Rp1.840 per kilogram.

Artinya, kompos PESONA TANI nantinya tidak cukup hanya disebut memiliki nilai jual. Produk tersebut harus memiliki kualitas yang dapat diterima petani dan harga yang mampu bersaing dengan alternatif pupuk yang tersedia di pasar.

Di titik ini, ukuran keberhasilan PESONA TANI menjadi lebih konkret.

Berapa ton sampah yang dikumpulkan setiap bulan, berapa kilogram kompos yang dihasilkan dari volume tersebut, berapa harga jualnya, dan berapa omzet yang masuk ke kelompok tani menjadi angka penting untuk melihat apakah pengolahan sampah tersebut sudah berubah menjadi kegiatan ekonomi atau masih berada pada tahap pemberdayaan masyarakat.

Hal serupa berlaku pada rencana budidaya padi organik.

BPS memang mencatat besarnya aktivitas produksi padi Morowali, tetapi belum ada data publik yang menunjukkan berapa luas lahan yang akan digarap Kelompok Tani Alam Terpadu menggunakan kompos PESONA TANI.

Karena itu, potensi pendapatan dari rencana tersebut belum bisa dihitung secara independen.

IMIP juga menyebut masyarakat mulai mengusulkan pemanfaatan jerigen bekas minyak goreng berukuran besar dari aktivitas pengolahan makanan untuk karyawan sebagai media tanam.

Gagasan tersebut memperluas konsep program dari sekadar mengolah sampah organik menjadi kompos menuju pemanfaatan kembali material yang sebelumnya menjadi limbah.

Jika dikembangkan, PESONA TANI pada akhirnya membentuk rantai yang cukup sederhana tetapi menarik secara ekonomi.

Sampah dipilah, bahan organik diolah menjadi kompos, kompos digunakan untuk pertanian, sementara material bekas lainnya dimanfaatkan kembali sebagai sarana produksi.

Namun, ukuran keberhasilannya tetap berada pada angka.

Tanpa data mengenai volume sampah yang diolah, kapasitas produksi kompos, harga jual, omzet, serta jumlah masyarakat yang memperoleh pendapatan, sulit memastikan seberapa besar nilai ekonomi yang sudah benar-benar lahir dari program tersebut.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.