INET Genggam Saham SGI,Begini Dampaknya Bagi Bisnis Perseroan

Bedasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis, 17 September 2026, pembelian saham itu dilaukan melalui skema penyertaan modal serta pengambilan bagian atas porsi saham baru yang dikeluarkan oleh SGI dengan nilai transaksi  mencapai Rp280,40 miliar.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif mengatakan para pemegang saham SGI menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp12 miliar menjadi Rp50 miliar.

Selain itu, peningkatan modal ditempatkan dan disetor juga naik dari Rp12 miliar menjadi Rp30 miliar.

“Sehubungan dengan peningkatan modal tersebut, SGI menerbitkan 180.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100.000 per saham. Seluruh saham baru tersebut diambil bagian dan disetor oleh Perseroan.

Nilai nominal seluruhsaham baru adalah Rp18 miliar,” ujar Arif.

Langkah penyertaan modal tersebut mengubah peta struktur kepemilikan saham SGI secara mendasar. INET kini tampil sebagai pemegang saham kendali mayoritas dengan menguasai 60,00 persen porsi saham atau 180.000 lembar.

Porsi kepemilikan pimpinan sebelumnya, Chandra Arie Setiawan, terkonversi dari semula 99,9992 persenmenjadi 39,9997 persen. Sementara itu, Bayu Erriano Affia menggenggam sisa 0,0003 persen atau sebanyak satu lembar saham.

Dampak ke Bisnis

Arif menegaskan bahwa masuknya SGI sebagai entitas anak baru akan secara langsung memperlebar jangkauan kegiatan usaha grup perseroan.

“Memperluas cakupan kegiatan usahagrup Perseroan ke bidang EPC dan pemeliharaan sistemkabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik,” ungkap dia.

Adapun SGI sendiri memiliki beberapa cangkupan kegiatan usaha. Seperti konstruksi sentral

telekomunikasi termasuk jaringan transmisi danjaringandistribusi kabel telekomunikasi di atas permukaan tanah, di bawah tanah, dan di dalam air.

Ada pula aktivitas telekomunikasi dengan Kabel, termasuk melalui sistemkomunikasi kabel laut; pemasangan jaringan listrik; konstruksi bangunan sipil minyak dan gas bumi; serta aktivitas sasa akses internet.

“Kegiatan usaha SGI saat ini difokuskan pada rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan pemeliharaansistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik,” pungkas Arif.

Saham INET Hijau

Saham INET terpantau bergerak menguat pada perdagangan sesi I, Kamis, 17 September 2026, usai mencatatkan kenaikan sebesar 3,16 persen ke posisi Rp326 per lembar saham.

Saham INET dibuka pada level Rp314 per lembar saham, sedikit lebih rendah dari posisi penutupan sebelumnya di harga Rp316 per lembar saham.

Sepanjang jam perdagangan, saham emiten infrastruktur telekomunikasi ini bergerak dalam rentang Rp314 hingga berhasil menyentuh harga tertinggi harian di level Rp332 per lembar saham.

Mengutip perdagangan Stockbit, aktivitas transaksi berlangsung marak dengan total volume mencapai 2,41 juta lot dan nilai transaksi menembus Rp78,6 miliar, serta harga rata-rata transaksi berada tepat di posisi Rp326 per lembar saham.

Penguatan harian ini sekaligus berhasil membalikkan tren pelemahan jangka pendek saham INET.

Dalam kurun waktu sepekan, saham INET tercatat masih mengalami koreksi sebesar 5,78 persen dengan bergerak pada rentang harga Rp314 hingga Rp346 per lembar saham.

Namun demikian, kinerja saham dalam skala horizon menengah menunjukkan tren bullish yang cukup kuat.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga saham INET telah melonjak signifikan sebesar 39,32 persen, bergerak dari rentang terendah Rp234 hingga menyentuh level tertinggi Rp386 per lembar saham.

Performa positif tersebut kian solid pada rentang waktu tiga bulan dengan membukukan penguatan sebesar 55,24 persen dari titik terendah Rp178 per lembar saham.

Sementara itu, untuk periode enam bulan, emiten ini masih mencatatkan kenaikan sebesar 31,45 persen dengan pergerakan rentang dari level Rp148 hingga Rp386 per lembar saham.

Meskipun secara akumulasi sepanjang tahun berjalansaham INET masih terkoreksi sebesar 30,04 persen dari puncak harga tahunan di level Rp710 per lembar saham, performa jangka panjang saham emiten ini tetap mencatatkan hasil yang impresif.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, saham INET melesat hingga 139,71 persen dari posisi terendahnya di level Rp134 per lembar saham.

Melangkah lebih jauh pada rentang waktu tiga tahun, akumulasi pertumbuhan harga saham perseroan mencatatkan lonjakan fantastis mencapai 121,77 persen, naik tajam dari titik terendah jangka panjang di level Rp31 hingga sempat menguji harga tertinggi historisnya di level Rp710 per lembar saham.

Kinerja Semester I 2026

INET membukukan kinerja keuangan positif pada semester I 2026.

Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, emiten ini meraup penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp926,45 miliar atau naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp45,00 miliar.

Sementara itu, beban pokok penjualan dan pendapatan INET pada paruh pertama 2026 melebar menjadi Rp804,34 miliar dari sebelumnya Rp28,21 miliar pada semester I 2925.

Namun, INET mampu membuat kenaikan laba bruto sebesar 627,53 persen menjadi Rp122,10 miliar dibanding posisi semester I 2025 sebesar Rp16,78 miliar.

Adapun, INET sukses membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp34,21 miliar pada semester I 2026, atau melonjak dibanding perolehan semester I 2025 yang hanya senilai Rp7,65 miliar.

Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp33,67 miliar, atau naik tajam dari periode sebelumnya yang sebesar Rp7,65 miliar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.