ESDM Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Belum Kantongi IzinSoal Kuota Tambahan BYAN 15-20 Persen, ESDM: Masih Proses
Sorotan utama bursa juga tertuju pada kronologi transaksi saham porsi jumbo antara keluarga pendiri perseroan dan PT Jhonlin Baratama.
Perseroan mengaku baru mengetahui pembicaraan transaksi jual beli tersebut setelah menerima surat dari Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 16 September 2026, tanggal di mana Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Stock Purchase Agreement) secara resmi ditandatangani oleh para pihak.
Dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat tersebut, PT Jhonlin Baratama berencana membeli sebanyak 10.000.000.500 saham atau setara dengan 30 persen dari seluruh saham BYAN yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
“Pembahasan dan negosiasi transaksi dilakukan oleh para penjual dan tidak melibatkan Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan selain Dato’ Low Tuck Kwong yang juga merupakan Presiden Direktur Perseroan,” jelas Alexander.
Mengenai detail nilai transaksi, dasar penentuan harga, syarat-syarat pendahuluan, estimasi jadwal penyelesaian, hingga rencana pengelolaan bisnis di masa depan oleh grup Haji Isam, perseroan menyatakan belum memperoleh informasi tambahan.
Perseroan juga tidak dalam kapasitas memberikan komentar mengenai potensi sinergi bisnis karena transaksi jual beli saham tersebut belum rampung diselesaikan.
Satu hal yang ditegaskan manajemen kepada otoritas bursa adalah bahwa transaksi akuisisi 30 persen saham ini sama sekali tidak akan mengubah peta pengendalian perseroan.
“Sampai dengan tanggal surat ini dan berdasarkan informasi yang kami peroleh, Dato’ Low Tuck Kwong akan tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali Perseroan,” kata Alexander.
Tuntasnya transaksi ini nantinya hanya akan menggeser porsi kepemilikan saham secara individual.
Dato’ Low Tuck Kwong akan menggenggam sebanyak 6.951.170.541 saham atau setara 20,853 persen, sementara Elaine Low memegang 3.799.584.529 saham atau sekitar 11,399 persen.
“Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris,” pungkas Alexander.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.