Pemegang saham pengendali tersebut kini tercatat memiliki 47,125 miliar saham atau 45,678 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh BUKA.
Berdasarkan data pergerakan pemegang saham hingga 30 September 2026, kepemilikan PT Kreatif Media Karya meningkat dari 44,90 persen menjadi 45,68 persen. Kenaikan tersebut setara dengan tambahan 803,287 juta saham dalam periode tersebut.
Laporan bulanan registrasi pemegang efek BUKA yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangandan Bursa Efek Indonesiamencatat jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan mencapai 103,167 miliar saham per 30 September 2026.
Adapun per 30 September 2026, pemodal nasional menguasai 89,29 persen saham BUKA, sedangkan pemodal asing 10,71 persen.
Kreatif Media Karya Tambah 803 Juta Saham BUKA
PT Kreatif Media Karya menjadi pemegang saham dengan porsi terbesar di BUKA setelah jumlah kepemilikannya mencapai 47.125.034.185 saham. Porsi tersebut setara 45,678 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Data pergerakan pemegang saham menunjukkan kenaikan kepemilikan tersebut berasal dari penambahan sekitar 803,287 juta saham.
Sebelum perubahan, kepemilikan PT Kreatif Media Karya tercatat sekitar 44,90 persen, kemudian meningkat menjadi 45,68 persen pada akhir September.
Dengan posisi tersebut, PT Kreatif Media Karya menjadi pemegang saham dengan kepemilikan terbesar di BUKA.
Porsi 45,678 persen juga membuat kepemilikannya berada jauh di atas pemegang saham korporasi lain yang tercatat dalam laporan registrasi September 2026.
Selain PT Kreatif Media Karya, PT Tbk tercatat memiliki 11.333.437.507 saham atau 10,986 persen. Sementara itu, PT Elang Mahkota Teknologi memiliki 11.010.409.640 saham atau 10,672 persen.
Elang Mahkota Ikut Tambah Kepemilikan
Perubahan struktur kepemilikan juga terjadi pada PT Elang Mahkota Teknologi. Berdasarkan data pergerakan pemegang saham, porsinya meningkat dari 10,49 persen menjadi 10,67 persen pada September 2026.
Kenaikan tersebut setara dengan tambahan 188,703 juta saham. Setelah perubahan, jumlah saham PT Elang Mahkota Teknologi mencapai 11.010.409.640 saham atau 10,672 persen dari total saham BUKA.
Sementara itu, PT Tbk tidak menunjukkan perubahan persentase kepemilikan dalam data pergerakan September. Porsinya tetap sekitar 10,99 persen dengan jumlah saham 11.333.488.507 berdasarkan data pergerakan pemegang saham yang Anda tampilkan.
Jika mengacu pada laporan registrasi resmi per 30 September, jumlah saham yang tercatat atas nama PT Tbk adalah 11.333.437.507 saham atau 10,986 persen.
Dengan struktur tersebut, tiga pemegang saham terbesar BUKA menguasai mayoritas saham perseroan.
PT Kreatif Media Karya, PT Tbk, dan PT Elang Mahkota Teknologi secara keseluruhan memiliki 69.468.881.332 saham atau 67,336 persen dari total saham BUKA.
Adapun pemegang saham lainnya menguasai 33.698.209.435 saham atau 32,664 persen. Total saham BUKA yang tercatat dalam laporan mencapai 103.167.090.767 saham atau 100 persen. 2
Dari sisi klasifikasi investor, pemodal nasional mendominasi struktur kepemilikan BUKA. Kelompok pemodal nasional tercatat menguasai 92.114.664.143 saham atau 89,28687 persen.
Sementara itu, pemodal asing memiliki 11.052.426.624 saham atau 10,71313 persen.
Data tersebut mencakup kepemilikan perorangan asing dan badan usaha asing, dengan badan usaha asing menguasai 10,61358 persen dan perorangan asing 0,09955 persen.
Saham BUKA Masih Bertahan di Rp100
Di pasar reguler, saham BUKA ditutup pada level Rp100 per saham pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Harga tersebut tidak berubah dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Pergerakan saham BUKA selama 5–9 Oktober menunjukkan harga bergerak turun dari Rp104 pada awal pekan menjadi Rp100 pada akhir pekan.
Pada 6 Oktober, saham BUKA ditutup Rp103 atau turun 0,96 persen, kemudian kembali melemah 2,91 persen menjadi Rp100 pada 7 Oktober.
Pada 8 dan 9 Oktober, saham BUKA bertahan di level Rp100. Dengan posisi tersebut, harga saham BUKA turun sekitar 3,85 persen sepanjang periode 5–9 Oktober.
Pada perdagangan Jumat, nilai transaksi saham BUKA mencapai sekitar Rp12,62 miliar dengan volume 1,27 juta saham dan frekuensi 2.530 transaksi.
Aktivitas investor asing mencatat net foreign sell sekitar Rp5,93 miliar, dengan nilai pembelian asing Rp2,94 miliar dan penjualan asing Rp8,87 miliar.
Perubahan struktur kepemilikan tersebut tercatat dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek BUKA untuk September 2026 yang disampaikan perseroan pada 9 Oktober 2026.
Laporan tersebut bersumber dari data Biro Administrasi Efek perseroan, PT Datindo Entrycom.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.