Berdasarkan laporan kinerja resmi Perseroan, PART mencatatkan laba bersih sebesar Rp30,21 miliar pada 2025. Realisasi ini tumbuh 29,97 persen dibandingkan capaian laba bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp23,24 miliar.
Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan total penjualan bersih Perseroan yang melesat 38,23 persen secara tahunanPART berhasil mengantongi penjualan sebesar Rp369,59 miliar pada 2025, meningkat signifikan dari posisi 2024 sebesar Rp267,38 miliar.
Sejalan dengan peningkatan volume penjualan, laba kotor Perseroan terkerek 20,93 persen yoy dari Rp58,53 miliar menjadi Rp70,78 miliar pada 2025.
Sementara itu, laba usaha PART tumbuh 29,93 persen yoy menjadi Rp40,62 miliar dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp31,26 miliar.
Direktur PART, Tjoeng Rino Saputra, menyampaikan bahwa capaian positif sepanjang tahun 2025 memperkuat landasan Perseroan untuk mengeksekusi rencana ekspansi bisnis dan perluasan portofolio produk di masa depan.
“Pertumbuhan kinerja tahun 2025 menjadi landasan penting bagi Perseroan untuk melanjutkan ekspansi.
Ke depan, kami akan tetap berfokus pada penguatan bisnis utama, pengembangan produk, serta peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional,” ujar Tjoeng Rino Saputra dalam siaran pers resmi, Senin, 28 September 2026.
Guna mendukung rencana ekspansi tersebut, PART tengah memperluas lini bisnis non-otomotif dengan mengembangkan berbagai peralatan mesin industri, pertanian, dan pengolahan pangan.
Beberapa produk yang dikembangkan antara lain mesin pengering food tray, mesin panjat kelapa, gas oil water fryer, mesin penabur dolomit, hingga mesin digester Somya.
Di samping diversifikasi produk, Perseroan juga menyiapkan langkah korporasi strategis dengan merencanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahuluatau Rights Issue.
Melalui aksi korporasi yang ditargetkan meluncur pada kuartal I 2027 ini, PART membidik penerimaan dana segar sebanyak-banyaknya Rp200 miliar.
Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi rencananya akan dialokasikan penuh untuk memperkuat modal kerja Perseroan, mencakup pembelian bahan baku, peningkatan kapasitas produksi, serta pemenuhan kebutuhan operasional lainnya.
Tak hanya rights issue, PART juga mengagendakan aksi pembelian kembali sahamPerseroan mengalokasikan anggaran maksimal Rp10 miliar untuk membeli kembali saham sebanyak-banyaknya 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Rencana buyback tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah mengantongi persetujuan RUPSLB, dengan mempertimbangkan kondisi pasar modal dan ketersediaan dana internal Perseroan.
Saham PART Melaju Positif Dua Hari Beruntun Pascarilis Kinerja
Sentimen positif dari pertumbuhan kinerja keuangan serta rencana rights issue dan buyback saham direspon hangat oleh pelaku pasar modal.
Pada perdagangan Rabu, 30 September 2026, harga saham PART ditutup menguat 1,74 persenke level Rp117 per saham.
Penguatan ini melanjutkan tren positif dari perdagangan Selasa, 29 September 2026, di mana saham PART sempat melesat 3,60 persendan meroket hingga menyentuh level tertinggi hariandi Rp120 per saham sebelum ditutup pada level Rp115 per saham.
Pada sesi perdagangan 30 September 2026, saham PART dibuka melonjak di level Rp122 per saham. Sepanjang jam perdagangan, saham bergerak aktif di rentang batas teratas Rp124 dan batas terendahRp115 per saham.
Aktivitas transaksi saham PART pada 30 September mencatatkan volume sebesar 579,31 ribu lot dengan frekuensi perdagangan sebanyak 4,82 ribu kali.
Total nilai transaksi yang dibukukan pasar mencapai Rp6,89 miliar dengan harga rata-rata penukaran di level Rp119 per saham.
Investor Asing ‘Net Sell‘ di Tengah Aksi Profit Taking
Kendati harga saham bergerak di zona hijau selama dua hari berturut-turut, aktivitas investor asing pada saham PART masih didominasi oleh aksi lepas saham atau net foreign sell.
Pada perdagangan 30 September 2026, pemodal asing membukukan nilai jual bersihsebesar Rp162,69 juta. Data pasar menunjukkan total nilai beli asingmencapai Rp438,77 juta, sementara nilai jual asingsebesar Rp601,47 juta.
Aksi jual bersih asing tersebut tercatat mengalami kenaikan signifikan dibanding hari sebelumnya, Selasa, 29 September 2026, yang mencatatkan net foreign sell sebesar Rp60,63 juta dari total nilai transaksi harian yang sempat menembus Rp11,77 miliar.
Tekanan jual bersih dari investor asing disinyalir merupakan aksi ambil untungjangka pendek menanggapi kenaikan harga saham PART dari level penutupan pekan sebelumnya di Rp111 per saham.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.