Sesi I: IHSG di Level 7.102, BRPT Laris ManisDari BRPT hingga SCMA Dorong IHSG Menguat 4,42 Persen
Dalam setahun terakhir, saham BNII berada pada kisaran Rp170 hingga Rp236 per saham.
Dengan harga Rp194, kapitalisasi pasar Maybank Indonesia mencapai sekitar Rp14,62 triliun. Sementara itu, rasio harga terhadap laba (price to earnings/P/E) tercatat 8,31 kali dengan dividend yield sebesar 3,92 persen.
Dari sisi kinerja, Maybank Indonesia mencatatkan pendapatan Rp2,13 triliun pada kuartal II 2026, tumbuh 9,28 persem secara tahunan.
Kenaikan lebih tajam terlihat pada laba bersih yang mencapai Rp398,5 miliar, atau melonjak 99,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong laba per sahammenjadi Rp5,23 atau meningkat 99,62 persen secara tahunan.
Selain itu, margin laba bersih BNII juga tercatat sebesar 18,71 persen, naik 82,89 persen secara tahunan berdasarkan data kuartalan Juni 2026.
Kinerja BNII pada semester I 2026 juga menunjukkan penguatan. Maybank Indonesia sebelumnya melaporkan laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendalisebesar Rp698 miliar, tumbuh 21,2 persen secara tahunan.
Laba sebelum pajak meningkat 21,8 persen menjadi Rp933 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penurunan biaya dana, efisiensi operasional, dan membaiknya beban pencadangan.
Pada periode yang sama, total kredit Maybank Indonesia tumbuh 3,8 persen menjadi Rp126,28 triliun, sedangkan simpanan nasabah meningkat 8,2 persen menjadi Rp124,10 triliun.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.