Emiten berkode saham MEDC ini menandatangani perjanjian alokasi biaya secara resmi. Manajemen mengambil langkah strategis tersebut untuk mendorong efisiensi kegiatan usaha grup perusahaan.
Sekretaris Perusahaan Medco Energi, Siendy K. Wisandana, menyampaikan informasi penting ini melalui laporan fakta material tertulis kepada Otoritas Jasa Keuangan
Perusahaan melaporkan transaksi penandatanganan kesepakatan internal tersebut yang berlangsung pada tanggal 8 Juni 2026 kemarin. Alokasi pembebanan biaya ini menyasar dua entitas anak perusahaan.
“SAP S/4HANA tersebut akan dimanfaatkan oleh EPI dan MPI untuk menjalankan kegiatan usahanya secara ekonomis dan efisien,” ujar Siendy K. Wisandana dalam keterangan resminya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen perseroan dalam melakukan pembaruan sistem manajemen digital secara menyeluruh.
Kedua anak usaha yang menerima alokasi beban dana tersebut adalah PT Exspan Petrogas Intranusa dan PT Medco Power Indonesia.
Manajemen menyesuaikan porsi nilai pembebanan dengan tingkat pemanfaatan ekosistem sistem oleh masing-masing entitas anak.
Perseroan bertindak sebagai penyedia serta pengendali utama dalam pelaksanaan proyek migrasi teknologi ini.
PT Exspan Petrogas Intranusa atau EPI mendapatkan alokasi biaya migrasi dengan nilai transaksi paling kecil. Nilai perjanjian alokasi biaya untuk anak usaha ini ditetapkan secara pasti sebesar USD108.532,61.
Pihak perseroan induk memiliki seluruh porsi saham EPI secara tidak langsung.
Sementara itu, PT Medco Power Indonesia mendapat beban alokasi biaya dengan nilai jauh lebih besar. Nilai perjanjian alokasi biaya untuk entitas pengembang energi listrik ini ditetapkan sebesar USD1.637.978,46.
Perseroan memiliki saham MPI secara langsung maupun lewat jalur kepemilikan tidak langsung.
Manajemen emiten menegaskan bahwa proses pembaruan ini berfokus penuh pada sistem Enterprise Resources Planning korporasi. Perseroan melakukan migrasi sistem internal secara bertahap menuju versi terbaru SAP S/4HANA.
Sistem mutakhir ini dipercaya mampu meningkatkan performa pelaporan data operasional anak usaha.
Pelaksanaan proyek migrasi sistem manajemen data komprehensif ini sudah resmi dimulai sejak awal tahun 2026. Manajemen menetapkan target penyelesaian pengerjaan migrasi teknologi ini pada tahun 2027 mendatang.
Tim ahli merancang jadwal pengerjaan secara ketat demi meminimalkan potensi gangguan produksi migas.
Kesepakatan mengenai pembagian beban finansial migrasi teknologi informasi ini memiliki batas waktu kontrak yang mengikat. Seluruh alokasi biaya yang disepakati tersebut berlaku efektif hingga tanggal 31 Desember 2027.
Manajemen menyesuaikan ketentuan jangka waktu itu dengan estimasi rampungnya tahapan implementasi sistem baru.
Mekanisme pembagian beban biaya ini masuk ke dalam jenis transaksi afiliasi bursa. Ketentuan hukum mengenai transaksi ini mengacu penuh pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42 Tahun 2020.
Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik guna memenuhi asas transparansi pasar modal.
Manajemen memastikan bahwa pengeluaran dana untuk kebutuhan migrasi sistem ini tidak mengganggu stabilitas internal. Kejadian material tersebut tidak memberikan dampak merugikan terhadap kondisi keuangan terkini perseroan.
Kelangsungan usaha emiten serta anak usahanya di lapangan dipastikan tetap berjalan dengan aman.
Manajemen juga menyatakan dampak hukum dari pelaksanaan transaksi pembagian alokasi dana teknologi ini bernilai nihil. Perseroan menjamin pemenuhan hak-hak pemegang saham publik tetap berjalan sesuai koridor hukum bursa.
Direksi mengambil langkah taktis ini demi menjaga tata kelola perusahaan yang akuntabel.
Perseroan mengirimkan surat resmi laporan transaksi bernomor EXT-001/MGT/INA/MEDC/VI/2026 ini secara elektronik ke otoritas bursa.
Laporan penting tersebut ditujukan khusus kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK.
Sekretaris perusahaan juga menyampaikan tembusan surat resmi ini kepada pihak Direktur Pencatatan PT Bursa Efek Indonesia.
Publik dapat mengakses rincian data alamat surel resmi korporasi melalui kanal komunikasi sekretariat perusahaan. Manajemen menyediakan nomor telepon interaktif resmi guna melayani segala bentuk pertanyaan dari para pemegang saham.
Langkah penyediaan saluran komunikasi ini menjadi bukti komitmen keterbukaan informasi emiten kepada masyarakat luas.
Emiten yang bergerak aktif di bidang eksplorasi minyak mentah dan gas alam ini memegang kendali penuh. Perseroan menyatakan bertanggung jawab mutlak atas kebenaran seluruh data informasi material yang dipublikasikan ke publik.
Transaksi internal ini diharapkan mampu mengoptimalkan sinergi operasional antara induk dan anak usaha.
Langkah pembaruan infrastruktur digital ini dinilai sangat krusial bagi kelancaran bisnis Medco Energi ke depan. Integrasi sistem SAP S/4HANA akan membuat pengelolaan sumber daya di anak usaha menjadi lebih efisien.
Investor bursa diharapkan merespons positif upaya modernisasi teknologi yang dijalankan oleh manajemen emiten ini.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.