Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan kegiatan usaha Perseroan sekaligus penataan kembali portofolio bisnis.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari rencana Perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha di bidang infrastruktur digital, khususnya layanan pusat data yang berkaitan dengan kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data untuk pemanfaatan AI.
Selain perubahan kegiatan usaha, pemegang saham juga menyetujui rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahuluatau rights issue.
Dalam aksi korporasi tersebut, Perseroan berencana menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru.
Dana yang diperoleh dari rights issue tersebut akan digunakan untuk mendukung perubahan arah bisnis Perseroan.
Presiden Direktur NexAI Digital Infrastruktur Ahmad Zulfikar, mengatakan persetujuan pemegang saham menjadi dasar bagi Perseroan untuk menjalankan perubahan fokus usaha.
Divestasi dan Rencana Akuisisi
Sejalan dengan perubahan kegiatan usaha, pemegang saham juga menyetujui rencana pelepasan kepemilikan Perseroan pada sejumlah anak perusahaan yang terkait dengan lini usaha sebelumnya kepada pihak ketiga.
Transaksi tersebut mencakup pengalihan aset dan liabilitas yang berkaitan dengan anak usaha tersebut.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Independen, pemegang saham independen turut menyetujui rencana akuisisi saham PT Nextier Askara Centerdan PT Nextier GenAi Centeroleh Perseroan.
Akuisisi tersebut juga mencakup piutang terkait dari PT Nextier Datamate Center, yang merupakan salah satu pemegang saham Perseroan.
Zulfikar mengatakan divestasi sejumlah anak usaha dan akuisisi NAC serta NGC merupakan bagian dari penataan kembali portofolio usaha setelah perubahan fokus bisnis Perseroan.
“Divestasi sejumlah anak usaha dan akuisisi NAC dan NGC merupakan langkah konkret menata kembali portofolio Perseroan sesuai fokus usaha yang baru,” ujarnya.
Perseroan menyebut perubahan fokus bisnis tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data yang mendukung pemanfaatan teknologi AI.
Dalam bahan yang disampaikan Perseroan, riset CGS International Sekuritas Indonesia menyebut Indonesia memiliki potensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan infrastruktur AI di Asia Tenggara seiring dengan meningkatnya kebutuhan data center.
Sementara itu, berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan yang mengutip proyeksi World Bank, kebutuhan kapasitas data center di Indonesia diperkirakan meningkat hingga 3,06 gigawatt pada 2034.
NexAI Digital Infrastruktur akan memfokuskan kegiatan usahanya pada sektor AI data center, yang mencakup kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data terkait dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Industri teknologi AI memang saat iji tengah naik daun. Bebarengan dengan rencana tersebut saham MGLV moncer di kisaran 14.850 per lembarnya pada 8 September 2026.
Jika dilihat data perdagangan satu tahun terakhir, perusahaan ini mengalami bullish 1.314 persen atau 13.800 poin dari harga 346 per lembarnya. Meski harga sahamnya tergolong naik, hingga saat ini MGLV belum pernah membagikan dividen.
MGLV Kembali ARA 10 Persen, Orderbook Tipis
Saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbkkembali menjadi perhatian pada perdagangan Selasa, 8 September 2026.
Hingga sekitar pukul 13.16 WIB, MGLV melesat 10 persen atau 1.350 poin ke Rp14.850, sekaligus menyentuh batas atas auto rejection atas
Penguatan ini melanjutkan reli dalam beberapa sesi terakhir. Pada 7 September, MGLV naik 9,98 persen ke Rp13.500, setelah sebelumnya menguat 9,84 persen ke Rp12.275 pada 4 September.
Sebelumnya, saham sempat tertekan 5,93 persen pada 1 September dan kembali turun 6,30 persen pada 2 September hingga menyentuh penutupan Rp10.775.
Dengan posisi Rp14.850 hari ini, MGLV telah menguat sekitar 29,1 persen dibandingkan penutupan 1 September. Jika dihitung dari penutupan terendah September sejauh ini, yakni Rp10.775 pada 2 September, kenaikannya bahkan sekitar 37,8 persen.
Menariknya, reli tersebut berlangsung ketika volume perdagangan terus menyusut.
Pada 1 September volume mencapai 24,58 ribu lot, kemudian turun menjadi 18,21 ribu lot pada 2 September, 16,12 ribu lot pada 3 September, 9,27 ribu lot pada 4 September, dan 4,26 ribu lot pada 7 September.
Hingga pukul 13.16 WIB, volume hari ini baru 1,28 ribu lot, dengan nilai transaksi Rp1,89 miliar dan frekuensi 105 transaksi.
Kondisi tersebut terlihat jelas pada orderbook. MGLV berada di Rp14.850 dengan bid sebanyak 6.667 lot, sementara sisi offer yang terlihat justru kosong.
Antrean terbesar berada di harga Rp14.850 sebanyak 4.424 lot.
Minimnya supply di level ARA menunjukkan pemegang saham relatif belum agresif melepas sahamnya. Namun, kondisi tersebut juga membuat likuiditas MGLV sangat tipis sehingga kemunculan supply besar dapat memicu volatilitas tajam.
Momentum MGLV juga datang bersamaan dengan transformasi bisnis perseroan menuju infrastruktur digital dan AI data center. Perseroan telah memperoleh restu RUPSLB dan menyiapkan aksi korporasi untuk mendukung ekspansi bisnis tersebut.
Dengan reli hampir 30 persen sejak awal September, MGLV kini berada di persimpangan antara momentum bullish dan risiko profit taking. Level Rp14.850 menjadi titik penting untuk dicermati pada perdagangan berikutnya.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.