Musim Dividen Datang, BMRI hingga ABMM Siap Tebar Cuan

Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabunganyang masih fluktuatif, momentum ini menjadi perhatian investor yang memburu pendapatan tunai dari pasar saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia dan KSEI yang dirangkum MNC Sekuritas, sejumlah emiten dari sektor perbankan, batu bara, consumer goods, hingga asuransi dijadwalkan memasuki cum date dividen mulai 7 hingga 11 Mei 2026.

Bank Mandirimenjadi emiten dengan nilai dividen terbesar dalam daftar tersebut. Perseroan dijadwalkan membagikan dividen sebesar Rp376,95 per saham dengan cum date pada 8 Mei 2026.

Selain BMRI, emiten batu bara PT ABM Investama Tbkjuga menarik perhatian dengan dividen Rp97 per saham.

Pembagian dividen ini muncul di tengah volatilitas harga batu bara global yang mulai terkoreksi akibat meredanya tensi geopolitik energi dunia.

Dari sektor pangan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbktercatat akan membagikan dividen Rp140 per saham. Nilai ini menjadi salah satu yang terbesar di luar sektor perbankan dalam daftar pembagian dividen awal Mei.

Sementara itu, sektor asuransi diwakili PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbkyang akan membagikan dividen Rp99,99 per saham.

Investor juga mencermati pembagian dividen dari sejumlah emiten lain seperti PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbksebesar Rp85,54 per saham, PT Multipolar Technology TbkRp80 per saham, serta PT Sawit Sumbermas Sarana Tbksebesar Rp83,99 per saham.

Di sektor consumer goods, PT Sekar Laut Tbkakan membagikan dividen Rp8 per saham, sedangkan PT Sarimelati Kencana Tbkmembagikan Rp1,66 per saham.

Momentum pembagian dividen ini biasanya memicu strategi dividend hunting di kalangan investor retail. Saham-saham dengan yield menarik cenderung mengalami peningkatan transaksi menjelang cum date karena investor memburu hak dividen tunai.

Namun secara analitik, kondisi ini juga menyimpan risiko jangka pendek. Setelah melewati ex-date, harga saham kerap mengalami penyesuaian turun sebesar nilai dividen yang dibagikan.

Fenomena ini dikenal sebagai dividend trap, ketika investor hanya mengejar dividen tetapi menghadapi koreksi harga saham setelahnya.

Di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi volatilitas global dan tekanan suku bunga, saham-saham pembagi dividen tetap menjadi salah satu pilihan defensif investor.

Emiten dengan arus kas kuat dan konsisten membagikan dividen biasanya dianggap memiliki fundamental yang relatif lebih stabil dibanding saham yang masih agresif berekspansi.

Selain BMRI, ABMM, dan JPFA, daftar emiten yang memasuki cum dividen pada periode ini juga mencakup PT Eastparc Hotel Tbk, PT Multi Prima Sejahtera Tbk, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk, PT Lippo General Insurance Tbk, PT Selamat Sempurna Tbk, hingga PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk

Bagi investor, periode awal Mei kini tidak hanya menjadi fase konsolidasi IHSG, tetapi juga momentum berburu cuan tunai dari pembagian dividen emiten-emiten besar di Bursa.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.