Pada 4 Januari 2024, Menko Perekonomian membentuk Satuan Tugas Penyiapan Ekosistem Semikonduktor sebagai fondasi nasional pengembangan industri tersebut.
Sejak pembentukan satgas, pemerintah aktif membangun komunikasi dan kemitraan internasional.
Delegasi Indonesia telah melakukan kunjungan ke berbagai Technical University di Jerman, serta menjalin komunikasi dengan KU Leuven dan IMEC di Belgia. Kolaborasi juga dilakukan dengan ICDEC sebagai bagian dari penguatan ekosistem.
Selain itu, pada 14 Juni 2024, Menko Perekonomian mengirimkan surat kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikanuntuk mendukung program khusus beasiswa semikonduktor.
“Program khusus untuk semikonduktor ini didukung oleh LPDP, dan ini terus kami sosialisasikan bersama kampus-kampus kepada para engineer di Indonesia,” jelasnya.
Roadmap pengembangan semikonduktor nasional juga telah diselesaikan pada 3 Agustus 2024 dan menjadi acuan kolaborasi lintas sektor.
Pada 22 November 2024, pemerintah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat, termasuk ke Arizona State University dan Ford University, guna menjajaki kerja sama program khusus semikonduktor.
Memasuki 2025, Satuan Tugas diperbarui dengan integrasi pengembangan Artificial Intelligencedan semikonduktor dalam satu paket kebijakan.
Komunikasi teknis juga dilakukan pada 19–21 November 2025 bersama Indonesian Strategic Network of Semiconductor Technology di Inggris, yang melibatkan diaspora Indonesia di bidang semikonduktor.
Pada 13 Januari 2026, pemerintah juga melakukan komunikasi strategis dengan perusahaan desain chip global, Arm Holdings, sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya di Inggris.
Pertemuan lanjutan pada 23 Februari 2026 menghasilkan komitmen pengembangan pelatihan talenta dalam skala besar.
“Dalam kontrak itu kita akan mentraining 15 ribu talenta, dan secara lengkap nanti program pengembangan ini akan dilaksanakan,” ungkap Ali.
Ali juga melaporkan potensi besar sumber daya nasional, yakni sekitar 9,97 juta mahasiswa teknik dari 4.446 perguruan tinggi di Indonesia yang dapat menjadi basis penguatan talenta semikonduktor.
Kolaborasi denganKemendiktii terus diperkuat untuk menyelaraskan kurikulum dan kebutuhan industri. Namun demikian, ia menyoroti pertanyaan mendasar yang kerap muncul dari para talenta.
“Selama ini pengalaman kami, empat tahun mereka selalu bertanya, nanti kalau kami ikut, kami kerja di mana? Itu pertanyaan kunci yang perlu kita jawab,” katanya.
Karena itu, ia meminta arahan dan penguatan dari Menteri Koordinator agar para talenta semakin yakin terhadap arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem industri semikonduktor nasional.
Program Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 diharapkan menjadi langkah konkret mempercepat kemandirian industri teknologi tinggi Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan global terhadap rantai pasok chip dan teknologi digital yang semakin strategis.