Pemerintah Target Ekonomi 8 Persen, Unhas Ingatkan Ketimpangan KTI

Kendati demikian, kampus berbasis di Sulawesi Selatan ini mengingatkan bahwa lonjakan laju ekonomi tak boleh sekadar mengejar angka agregat, melainkan wajib berdampak nyata dan merata di Kawasan Timur Indonesia

Pesan krusial tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unhas, Prof.

Jamaluddin Jompa, dalam Innovation Technology for Social and Environmental Awards2026 yang dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya MineralBahlil Lahadalia di Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Rektor yang akrab disapa Prof. JJ ini menilai, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memerlukan terobosan besar yang tidak biasa.

Menurutnya, negara tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional jika ingin melompat dari kisaran pertumbuhan 5 persen.

“Apalagi Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto menginginkan pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen lebih. Tidak akan mungkin kita tumbuh dari hanya sekitar 5 persen menjadi 8 persen dengan upaya atau langkah yang masih sama,” kata Prof. JJ dalam sambutannya.

Menurutnya, percepatan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi menjadi kunci utama.

Namun, ia mewanti-wanti agar sektor industri tidak hanya berfokus pada perburuan profit semata, melainkan wajib mengintegrasikan dimensi sosial dan kelestarian lingkungan.

Ia menyebut, para insinyur dan akademisi memegang peranan vital dalam menciptakan inovasi teknologi yang mampu mengangkat nilai tambah komoditas tanpa merusak ekosistem.

“Kami sadar betul bahwa insinyur harus berkontribusi di dalam pengembangan inovasi teknologi agar supaya angka peningkatan nilai tambah ini betul-betul bisa menjadi upaya signifikan yang mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia melalui perkembangan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Di hadapan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Prof. JJ menitipkan harapan agar kebijakan strategis pemerintah pusat, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral, tetap mengedepankan prinsip keadilan wilayah.

Ia mengingatkan bahwa ketimpangan pembangunan antara wilayah barat dan timur harus terus dikikis demi menjaga keutuhan perekonomian nasional.

“Kenapa kita berharap simbol-simbol negara tetap hadir di kampus seperti kampus Unhas Makassar, karena kita sangat yakin bahwa pertumbuhan ekonomi di negara ini tidak boleh hanya tumbuh tinggi, tapi juga merata, berkeadilan, dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat pelosok-pelosok terutama juga di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Prof. JJ.

Sebagai representasi perguruan tinggi di Kawasan Timur Indonesia, Unhas kini mengambil langkah agresif dengan memperluas jangkauan operasionalnya hingga ke ibu kota.

Langkah ini diambil untuk memastikan aspirasi dan inovasi dari timur dapat langsung berinteraksi dengan pembuat kebijakan di Jakarta.

Prof. JJ memamerkan keberadaan kampus dan kantor perwakilan Unhas di kawasan Kwitang-Petojo, Jakarta Pusat, sebagai bukti bahwa Unhas kini berada di lingkaran pusat kekuasaan.

“Bahwa Universitas Hasanuddin itu bukan lagi universitas yang jauh dari Jakarta, tapi kita juga sudah hadir di tengah-tengah pusat kekuasaan Jakarta. Dan saya kira salah satu kampus negeri yang paling dekat dengan Istana,” terangnya.

Ekspansi ini sekaligus mempertegas peran Unhas yang memegang amanah sebagai Ketua Dewan Pembina Permanen Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia.

Menurutnya, Unhas memiliki tanggung jawab moral untuk menghela kemajuan perguruan tinggi dan perekonomian regional di wilayah timur.

Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan kapasitas akademik, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi penghubung antara kebutuhan daerah, inovasi teknologi, dan kebijakan pemerintah.

Dengan posisi tersebut, Unhas berupaya memastikan potensi sumber daya dan pengetahuan dari KTI dapat turut masuk dalam agenda pembangunan nasional.

Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis inovasi tersebut dibuktikan Unhas lewat raihan prestasi global. Prof.

JJ mengungkapkan, Unhas berhasil menembus jajaran 200 besar dunia dalam Times Higher EducationImpact Rankings 2026, melebihi target pemerintah.

Capaian ini dinilai sangat krusial mengingat tantangan geografis dan ketimpangan fasilitas yang dihadapi perguruan tinggi di luar Pulau Jawa masih cukup terasa.

“Walaupun ditarget oleh Pak Mendikti kita masuk 300 besar di tahun 2030, alhamdulillah di tahun 2026 kita sudah masuk 200 besar dunia.

Ini tidak mudah, karena hambatan kita tentu lebih berat dibandingkan dengan teman-teman yang sudah duluan berkembang di Jawa,” bebernya.

Mengakhiri sambutanya, Prof. JJ mengajak seluruh jajaran kementerian, BUMN, hingga pelaku industri swasta nasional untuk terus menggandeng perguruan tinggi kawasan timur dalam menggarap proyek-proyek strategis bangsa.

“Unhas bukan untuk Unhas saja, Unhas untuk kita semua, Unhas untuk Indonesia, bahkan Unhas untuk dunia,” pungkas Prof. JJ.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.