Pada kuartal I 2026, unit bisnis tersebut menyumbang hampir 82 persen dari total pendapatan perusahaan.
Chief Financial Officer ASLC, Armeza Farhansyah Umar, mengatakan mencatat kontribusi pendapatan sebesar Rp234 miliar pada kuartal I 2026.
Secara total, pendapatan perseroan pada periode tersebut mencapai Rp283 miliar, naik sekitar 27,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp222 miliar.
β merupakan unit bisnis yang memberi kontribusi paling besar dengan total nilai sebesar Rp234 miliar pendapatan,β ujar Armeza dalam Rapat Umum Pemegang Sahamtahunan dan paparan publik, Selasa, 19 Mei 2026.
Kontribusi kini menjadi lebih dominan dibanding bisnis lelang kendaraan JBA yang selama ini menjadi salah satu lini usaha utama ASLC.
Pada kuartal I 2026, bisnis lelang JBA mencatat pendapatan sekitar Rp81 miliar atau berkontribusi sekitar 29 persen terhadap total pendapatan perseroan.
Perseroan menyebut pertumbuhan bisnis didorong oleh ekspansi jaringan showroom dan peningkatan penjualan kendaraan bekas.
Sepanjang 2025, membukukan penjualan sebanyak 4.425 unit mobil atau tumbuh sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
ASLC juga terus memperluas jaringan showroom di berbagai wilayah. Jumlah showroom meningkat dari 10 lokasi pada 2023 menjadi 16 lokasi pada 2024. Hingga akhir 2025, telah memiliki 18 showroom.
Pada April 2025, perseroan membuka flagship store baru di kawasan Cibubur serta menambah showroom di Bandung. βHal ini didorong oleh ekspansi kami ke berbagai lokasi strategis untuk memperluas jangkauan pasar,β kata Armeza.
Selain memperluas jaringan fisik, juga menjalankan strategi pemasaran melalui pendekatan digital growth engine, ground activation, dan strategic partnership.
ASLC menyebut mengedepankan penjualan mobil bekas bergaransi dengan layanan garansi satu tahun untuk tujuh komponen utama kendaraan serta garansi buyback selama lima hari.
Perseroan juga menyampaikan berhasil mencatat operational profit pertama sejak ASLC melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO pada 2022.
Secara keseluruhan, ASLC mencatat pendapatan lebih dari Rp1 triliun pada 2025 atau tumbuh sekitar 14,5 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan kendaraan bekas di serta kenaikan pendapatan dari bisnis lelang JBA.
Untuk 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit di segmen penjualan mobil bekas dan menyiapkan ekspansi tambahan sekitar dua hingga tiga cabang baru.